Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-07-27 23:02:07

Pilwali Pasuruan, Gus Ipul: Nanti Ketemu setelah Idul Adha

JADI MAGNET: Mantan Wagub Jatim Syaifullah Yusuf menjadi salah satu sosok yang santer bakal meramaikan Pilwali Kota Pasuruan. (foto istimewa)

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf santer dikabarkan bakal meramaikan Pilwali Kota Pasuruan. PKB kemungkinan jadi kendaraan politik, jika kakak kandung Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf itu benar-benar bersedia.

Dihubungi tadatodays.com melalui ponselnya, Minggu (26/7/2020), pria yang akrab disapa Gus Ipul itu belum menjawab detail perihal namanya yang digadang-gadang masuk bursa calon walikota. Ia mengatakan baru akan memberi keterangan setelah bertemu dengan sejumlah pihak.

Baca Juga : KPU Siapkan 3 Kali Debat, Gus Ipul-Adi dan Teno-Hasjim Tegaskan Siap

 “Belum bisa jawab hari ini, saya belum ketemu langsung dengan PKB. Nanti habis Idul Adha baru mau ketemu,” katanya. Karena dengan PKB belum ada komunikasi, dengan parpol lain pun menurutnya tidak jauh beda.

Baca Juga : Gus Ipul Kampanyekan Kota Sehat dan Kota Cerdas untuk Memajukan Kota Pasuruan

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB Jatim Thoriqul Haq mengaku juga belum berkomunikasi dengan Gus Ipul. Pihaknya memang berencana akan mengontak Gus Ipul meski belum tahu kapan. Yang pasti, pria yang menjabat Bupati Lumajang itu mengincar posisi N1.

“Prinsip utamanya PKB N1. Untuk Cawali Pasuruan kita konfirmasikan ke Gus Ipul. Gus Ipul sendiri belum menyampaikan kepastiannya,” katanya. Selain soal calon, PKB menurut pria yang akrab disapa Cak Thoriq itu juga akan berkomunikasi dengan parpol lain untuk penjajakan koalisi.

Meski bisa mengusung calon sendiri, seiring memiliki 8 kursi di DPRD setempat, pintu koalisi masih terbuka. Parpol yang disebut-sebut menjadi partner koalisi adalah Golkar. “Semua sedang kami kalkulasikan. Baik calon maupun parpol,” katanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan Syaifullah Ma'sum menuturkan, pihaknya belum memastikan apakah akan berkoalisi dengan PKB. Alasannya, belum ada petunjuk dari DPP. Sementara yang ada baru rekomendasi kader yang disiapkan untuk berkontestasi.

“Kami belum menerima secara resmi surat dari DPP. Kalau rekomendasi kader dari pusat, ada,” katanya. Ditanyakan kapan kepastian rekomendasi dari pusat ke daerah, Syaifullah Ma'sum enggan menjawab. DPD Golkar sendiri telah mengusulkan 5 calon walikota dan cawawali. (ang/sp)