Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-23 15:35:22

PKB Gandeng Walhi untuk Investigasi Lingkungan di Banyuwangi Selatan

LINGKUNGAN: Ketua DPC PKB Banyuwangi Gus Malik, tengah menyoroti kondisi lingkungan di Banyuwangi wilayah selatan yang masih jadi langganan banjir. Untuk itu, PKB akan menggandeng Walhi untuk melakukan investigasi.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi menyoroti wilayah Banyuwangi selatan yang masih langganan banjir. Menurut Ketua PKB Banyuwangi Abdul Malik Syafa'at, hal itu terjadi lantaran adanya alih fungsi tanaman. Untuk itu, PKB akan menggandeng organisasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) untuk melakukan investigasi.

Hal itu dikatakan pria yang karib disapa Gus Malik, saat diwawancara tadatodays.com melalui sambungan telepon pada Rabu (23/3/2022). Gus Malik mengatakan bahwa bencana alam sering terjadi di kawasan Banyuwangi selatan ketika anomali cuaca. Alhasil, banjir dan tanah longsor menjadi ancaman serius bagi masyarakat setempat.

Baca Juga : Puncak Arus Mudik, Jumlah Pemudik di Pelabuhan Ketapang Tercatat 30 Ribu Lebih

Menurutnya, banjir di wilayah selatan itu tidak terjadi secara alami, melainkan ada indikasi kelalaian perusahaan dengan mengganti lahan tanaman kayu keras dengan tanaman tebu. Bahkan menurutnya, alih fungsi tanaman itu diikuti dengan perencanaan yang benar. “Perusahaan tidak memperhatikan dampak lingkungannya," katanya.

Baca Juga : Harga Daging Sapi Tembus Rp 140 Ribu Per Kilogram di Banyuwangi

Gus Malik menuturkan, jika perusahaan yang berdiri di wilayah selatan hanya melihat aspek kelancaran bisnis saja dengan terus memperluas lahan produksi. Akibatnya, ribuan hektare tidak lagi berfungsi sebagai wilayah resapan air. "Saat ini sudah ada 7 ribu hektare lahan ditanami tebu. Dulu 7 ribu hektare itu diisi 49 ribu kayu keras. Daerah resapan pun hilang," ujarnya.

Karena hilangnya daerah resapan, kata Gus Malik, saban wilayah diguyur hujan lebat selalu terjadi banjir. "Hal ini terbukti. Ratusan rumah terendam serta jembatan terputus dan ambruk," tuturnya.

Gus Malik berharap agar APBD Banyuwangi juga memperhatikan kondisi lingkungan dengan mengembalikan daerah resapan. Ia juga meminta Pemkab Banyuwangi untuk tidak hanya fokus membenahi infrastruktur yang ada.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan kajian bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PKB. Ia juga akan meminta bantuan organisasi lingkungan Walhi untuk melakukan investigasi. "Kami akan menggali data dan informasi apakah di sana ada kecacatan hukum dan bagaimana perizinannya,” kata Gus Malik.

Diketahui, pada Senin (21/3/2022), banjir merendam permukiman di Dusun Sumber Jambe dan Sumberdandang, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Banjir terjadi akibat luapan air Sungai Karang Tambak, dan menerjang 100 rumah warga dari 66 KK.

Selain itu, jembatan satu-satunya yang menghubungkan dua dusun tersebut putus. (rl/don)