Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-18 15:17:42

PKS Probolinggo Flash Mob Tolak Kenaikan Harga BBM

MENOLAK: Aksi kader PKS Kabupaten Probolinggo menolak kenaikan harga BBM, Minggu (18/9/2022) pagi.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Probolinggo pada Minggu (18/9/2022) pagi menggelar aksi flash mob di alun-alun Kraksaan. Melalui aksi tersebut, PKS menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), karena dinilai mencekik masyarakat kecil.

Aksi itu digelar di sisi utara jalan depan Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan, sekitar pukul 10.00 WIB. Puluhan kader PKS berdiri sambil membentangkan banner dan spanduk bertuliskan penolakan terhadap kenaikan harga BBM.  Di antaranya bertuliskan “BBM naik rakyat tercekik”, “BBM naik pedagang sengsara”, dan “BBM naik kemiskinan meningkat”.

Baca Juga : Tarif Tidak Naik, Gapasdap Banyuwangi Kurangi Trip Pelayaran

Lalu orator aksi meminta pengendara yang melintas membunyikan klakson sebanyak dua kali apabila setuju dengan penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi itu. Tidak sedikit pengendara yang sukarela membunyikan klaksonnya.

Baca Juga : Nelayan Mengeluh Kesulitan BBM, Gubernur: Sampaikan Usulan Kebutuhan

Ketua DPD PKS Kabupaten Probolinggo Rifki Abdillah mengatakan, aksi flash mob ini dipilih karena pihaknya ingin menyampaikan aspirasi secara menyenangkan, sehingga bisa menarik simpati masyarakat. Termasuk dengan permintaan membunyikan klakson. "Jadi kami buat simbol klakson dua kali, agar mereka bisa menyampaikan aspirasinya," terang Rifki yang juga sebagai koordinator aksi.

Menurutnya, kenaikan harga BBM berdampak luas bagi masyarakat, dimana sebagian besar harga bahan di pasaran mulai naik seiring dengan naiknya harga BBM tersebut. Karena itu, dalam orasinya ia menyinggung pemerintah yang membangun Ibu Kota Negara (IKN) ditengah kesulitan ekonomi yang dirasakan rakyat.

Padahal IKN ini manfaatnya belum bisa dirasakan masyarakat dalam waktu dekat. Dengan itu pihaknya meminta pemerintah untuk menurunkan kembali harga BBM bersubsidi. Karena masih banyak masyarakat yang bergantung pada BBM subsidi. "Seperti contohnya ojek online dan nelayan," ucapnya.

Aksi dilanjut dengan menggalang tanda tangan warga terhadap penolakan naiknya harga BBM, sembari menyanyikan lagu-lagu.

Sementara itu, Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengaku menyiapkan hampir 100 personel dalam mengamankan aksi tersebut. Menurutnya, aksi memang diperpolehkan untuk menyampaikan aspirasi, dengan catatan harus tertib. "Kami hanya pengamanan," katanya. (zr/why)