Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-07-29 20:06:53

PLN Gunduli Pepohonan di Jalan Protokol Kota Probolinggo

PANGKAS: Pemotongan pohon di ruas Jalan Brantas yang dilakukan pada Rabu (29/7/2020) pagi. Pemotongan pohon ini dilakukan untuk mengamankan jaringan listrik dari ranting pohon yang tertiup angin.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pohon di sejumlah jalan protokol di kawasan Kota Probolinggo dipotong. Itu menyusul pemangkasan secara besar-besaran pohon yang mengganggu kabel oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pemangkasan dilakukan karena musim Angin Gending telah tiba. Sehingga dikhawatirkan ranting pohon yang bergoyang dapat merusak kabel dan menimbulkan pemadaman dan kerugian. "Misal menempel di jaringan 20 KV, maka yang padam bukan hanya satu desa atau satu kecamatan. Bahkan bisa satu Kota Probolinggo padam," terang Manager ULP Probolinggo, Gerhadi Purnama.

Di Probolinggo berdasarkan fakta penyebab gangguan jaringan yaitu 70 persen adalah pohon. "20 persen layang-layang, 10 persen material kita, kita tahu material berumur sudah  kita ganti, layang dan pohon ini karena cuacanya angin," ungkapnya

Pemangkasan secara besar-besaran ini melibatkan tim dari Pasuruan dan Surabaya. Sebab, kondisi geografis Kota Probolinggo butuh percepatan pengamanan pohon.

Pria yang akrab disapa Geri ini mengaku sedikitnya ada 16 regu yang didatangkan ke Kota Probolinggo untuk mengamankan jaringan-jaringan listrik yang bila terkena pepohonan, dampaknya meluas. Salah satunya adalah Jalan Cokroaminoto, Jalan Mastrip hingga Kecamatan Wonoasih yang dilaksanakan Senin (27/7/2020). "Rabu (29/7) di jalan Brantas. Itu jalur-jalur yang apabila terkena gangguan, padamnya meluas," jelas pria asal Madiun tersebut.

Adapun sebelum pelaksanaan pemotongan pohon tersebut, Geri mengaku pihaknya telah meminta izin terlebih dahulu kepada Dinas Lingkunga Hidup Kota Probolinggo dan PPK Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo. Agar diperkenankan memotong agak bawah.

"Kalau kami sering melakukan siklus di sana (jalan Cokroaminoto, Red.), maka akan sering mengganggu lalu lintas. Jadi kami izin terlebih dahulu, agar pemotongan agak bawah, tapi masih bisa tumbuh. Kami diskusi kepada teman-teman yang sudah pengalaman di lapangan. Supaya siklusnya agak lama, karena luas. Tim kami tidak sanggup kalau terus-terusan kita ke sana, karena harus menjaga listrik wilayah barat, timur, selatan," ungkapnya.

Sebagai kompensasi pemotongan pohon, PLN bersepakat bersama DLH akan memberi bibit "Insya Allah Kamis (30/7/2020) akan kami serahkan bibit pohon sebagai pengganti dari pohon yang kita rabas. Kami tetap mengutamakan penghijauan," jelasnya.

Berdasarkan catatan PLN, jumlah pohon yang terkena pemotongan sebanyak 500 titik pohon. Pemotongan hingga tersisa hanya empat meter. (hla/hvn)