Muhammad Syaihul Mizan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-17 21:08:21

Pohon Beringin Ikonik Alun-alun Lumajang Tumbang Terbelah

PEMBERSIHAN: Petugas tampak menggunakan gergaji mesin untuk memotong pohon beringin di Alun-alun Lumajang yang tumbang.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Pohon beringin berusia ratusan tahun yang jadi salah satu ikonik di Alun-alun Lumajang tumbang, Minggu (17/1/2021) sekira pukul 16.00 WIB. Beruntung tidak asa korban dalam peristiwa itu.

Pasca tumbangnya pohon beringin itu, terlihat para petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang membersihkan batang pohon beringin yang terletak di tengah alun-alun Lumajang.

Baca Juga : Angin Kencang Landa Jember, 9 Pohon Tumbang dan Menimpa Innova

Dengan menggunakan gergaji mesin, petugas perlahan-lahan memotong bagian pohon agar lebih mudah dalam proses pembersihan.

Baca Juga : Diterjang Hujan Badai, Pepohonan dan Tiang Listrik di Alas Purwo Tumbang

Yuli Harismawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang mengungkapkan, pohon beringin yang ada di Alun-alun Lumajang tersebut secara usia sudah cukup tua. Pohon itu roboh karena batang bawah sudah lapuk, sehingga tidak mampu lagi menopang dahan dan ranting yang terus tumbuh.

Sebelumnya, lanjut Yuli, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membongkar paving yang berada di sekitar area pohon. "Kita juga sudah membuat biopori untuk penyerapan air hujan," ujar Yuli.

Ia menambahkan, selanjutnya DLH akan koordinasi dengan Bupati Lumajang tentang pohon apa yang nantinya ditanam untuk mengganti pohon beringin yang tumbang itu.

Dari pantauan tadatodays.com, kejadian robohnya pohon beringin tersebut menyita perhatian pengendara motor yang sedang melewati jalan di kawasan Alun-alun Lumajang. Tak ayal, banyak pengendara dan warga yang ingin menyaksikan dan mengabadikannya melalui gadget mereka.

Devi, salah satu warga setempat mengatakan, pohon tersebut menyimpan banyak kenangan baginya, terutama saat ia masih kecil. "Ketika saya waktu kecil dulu, sering kali diajak main oleh kakek dan nenek," kenangnya. (mz/don)