Polemik Bonus Atlet Porprov, Wali Kota Pasuruan Buka Peluang Tambah Bonus lewat PAK

Amal Taufik
Amal Taufik

Friday, 27 Feb 2026 21:11 WIB

Polemik Bonus Atlet Porprov, Wali Kota Pasuruan Buka Peluang Tambah Bonus lewat PAK

REWARD: Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo saat menyerahkan reward kepada atlet peraih medali di Porprov IX Jatim.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pemkot Pasuruan membuka peluang penambahan bonus bagi atlet peraih medali Porprov IX Jatim 2025 melalui Perubahan APBD tahun ini. Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyusul munculnya polemik dan protes dari sejumlah cabang olahraga.

Adi menjelaskan, secara teknokratis kapasitas fiskal daerah sedang mengalami tekanan akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD). Kondisi tersebut telah dibahas dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan berdampak pada berbagai program pembangunan.

“Kami memahami aspirasi atlet dan pelatih. Kemungkinan penambahan bonus akan kami upayakan di perubahan APBD tahun ini, karena dalam konstruksi anggaran yang sudah berjalan tidak memungkinkan dilakukan penambahan secara tiba-tiba di tengah tahun,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, kebutuhan anggaran Porprov 2025 meningkat karena jumlah cabang olahraga yang diikuti lebih banyak dibanding sebelumnya. Namun di saat bersamaan, kemampuan keuangan daerah justru menurun sehingga sejumlah program terpaksa ditunda.

Di sisi lain, kekecewaan datang dari kalangan sasana bela diri. Pemilik sekaligus Kepala Pelatih BOSS Academy, Frenky Sutejo, menyebut atlet dari sasananya menyumbang 2 emas, 5 perak, dan 4 perunggu dari tiga cabang olahraga, yakni IBC MMA, tinju, dan wushu.

“Kami mempersiapkan Porprov lebih dari satu tahun. Atlet berlatih keras tanpa kami pungut biaya. Jadi tentu mereka berharap apresiasi yang layak,” kata Frenky.

Ia bahkan menyatakan, jika perhatian terhadap atlet tidak membaik, pihaknya akan mempertimbangkan melepas atlet untuk membela daerah lain pada Porprov 2027 mendatang.

Kekecewaan juga diungkapkan atlet MMA, Alam Ali Gozi. Ia mengaku bersama rekan-rekannya sempat meninggalkan acara penyerahan reward sebelum selesai sebagai bentuk protes atas nominal bonus yang diterima.

Sementara itu, Yulia, pelatih cabang olahraga panahan, menilai perhatian terhadap atlet masih kurang maksimal. Ia mengungkapkan, saat keberangkatan Porprov lalu, perlengkapan yang diterima atlet sangat terbatas. “Waktu berangkat anak-anak hanya dapat jaket. Sisanya saya yang mencarikan sendiri,” ujarnya. (pik/why)


Share to