Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-22 16:21:29

Polisi Periksa Tiga Saksi Kasus Cabai yang Diduga Mengandung Cat

PENYELIDIKAN: Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, saat memberikan keterangan terkait penyelidikan kasus cabai yang diduga mengandung cat, Senin (22/3).

BANYUWANGI, TADATODAYS, COM - Satreskrim Polresta Banyuwangi kini tengah mendalami kasus video cabai yang mengandung cat pewarna, yang telah bikin heboh jagat maya. Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin pada Senin (22/03/2021), mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan secara mendalam.

Arman menyampaikan, langkah awal penyelidikan yang telah dilakukannya yakni meminta sejumlah saksi. Salah satunya memeriksa Agung Prasetyo Hadi, 31, pria yang telah mengunggah video tersebut. Polisi juga meminta keterangan Suryati, 73, nenek Agung yang membeli cabai dari seorang pedagang sayur keliling.

Baca Juga : Ciptakan Ketertiban Selama Ramadan, Polresta Banyuwangi Musnahkan Ribuan Miras-Knalpot Brong

Arman melanjutkan, pihaknya juga memeriksa pedagang sayur berinisial LN, yang biasa berkeliling di Dusun Sidoagung, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Dari pemeriksaan awal, pedagang sayur mengaku sebelumnya telah membawa sembilan ons cabai rawit untuk dijual kepada warga. Per ons ia jual seharga Rp 11 ribu.

Baca Juga : Polresta Banyuwangi Amankan 4 Tersangka Peredaran Senpi Ilegal, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Namun dari jumlah itu, enam dari sembilan ons cabai sudah laku terjual. Akan tetapi, temuan cabai yang diduga mengandung cat hanya ditemukan oleh Suryati. “Masih dugaan kasus cabai yang dicat itu ya,” kata Arman.

Arman berharap, pihaknya bisa mengembangkan pemeriksaan ketiganya untuk memeriksa pihak lain. Sebab, dari mereka yang sudah dimintai keterangan, Polresta Banyuwangi akan menguak asal usul cabai yang diduga mengandung zat pewarna tersebut.

Selain memeriksa sejumlah saksi, sample sisa cabai yang diduga mengandung cat juga telah dikirim ke laboratorium oleh polisi untuk mengetahui kandungan cabai yang viral tersebut.

Menurut pria dengan tiga melati di pundaknya itu, hasil uji laborotaroium nantinya bisa menjadi petunjuk atau kunci terkait kasus. “Hari ini sample akan kami kirim ke laboratorium,” ujarnya. (peb/don)