Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-01 12:31:45

Polres Probolinggo Mulai Gelar Operasi Keselamatan Semeru

OPERASI: Personel Polres Probolinggo telah mengikuti apel tanda dimulainya Operasi Keselamatan Semeru 2022. Operasi ini akan dimulai pada 1-14 Maret 2022.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Polres Probolinggo melaksanakan apel gelar pasukan, Selasa (1/3/2022) di halaman Mapolres Probolinggo. Apel ini sebagai tanda akan digelarnya Operasi Keselamatan Semeru 2022, yang akan berlangsung selama dua pekan ke depan.

Apel tersebut diikuti oleh 58 personel Polres Probolinggo, yang akan melakukan operasi sejak Selasa (1/3/2022), sampai Senin (14/3/2022).

Baca Juga : Sopir Tertidur di SPBU, Barang Dicuri Pakai Tongsis

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan operasi ini untuk mewujudkan keselamatan masyakarat dalam berkendara dan cipta kondisi menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1443 hijriyah.

Baca Juga : Lima Pos Polres Probolinggo Amankan Arus Mudik dan Arus Balik

Operasi ini menargetkan terciptanya kemanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Probolinggo. Termasuk mencegah adanya lonjakan kasus covid-19 di Kabupaten Probolinggo. "Operasi ini difokuskan untuk memberikan edukasi secara humanis," terangnya.

Arsya menjelaskan, melalui Operasi Keselamatan Semeru, kepolisian akan memberikan imbauan kepada masyarakat, dan pembinaan bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Hingga membuat masyarakat sadar akan pentingnya menjaga keselamatan berlalu lintas. "Dan tidak akan mengulangi lagi," ucapnya.

Adapun sasaran khusus operasi tersebut, yaitu pelanggaran yang menimbulkan kecelakaan. Seperti, pengendara motor yang tidak menggunakan helm, atau menggunakan helm bukan SNI. Lalu, kecepatan kendaraan yang melebihi batas maksimum.

Selanjutnya, pengemudi di bawah umur, tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil,  pengendara yang di bawah pengaruh alkohol, pengendara yang menggunakan telepon seluler, dan pengendara yang melawan arus. "Kemudian, untuk kendaraan yang over dimensi dan over load," katanya. (zr/don)