Polresta Banyuwangi Ungkap 1.281 Perkara sepanjang 2025, Kasus Menonjolnya Pembunuhan Anak hingga KDRT

Mohamad Abdul Aziz
Wednesday, 31 Dec 2025 09:20 WIB

TERSANGKA: Puluhan tersangka saat ditunjukkan kepada media dalam konferensi pers, Selasa (30/12/2025) sore.
BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Sepanjang tahun 2025, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap sebanyak 1.281 perkara tindak pidana. Jumlah ini terhitung meningkat dibanding tahun 2024 dengan 1.039 perkara. Sedangkan kasus menonjol di antaranya pembunuhan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga kasus penguburan bayi hidup.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra dalam konferensi pers, Selasa (30/12/2025) menjelaskan, jumlah laporan perkara pada 2025 mengalami kenaikan 16 persen, yaitu dari 1.235 laporan pada 2024 menjadi 1.433 laporan.
Meski demikian, penyelesaian perkara meningkat 23 persen, dengan 610 kasus dilimpahkan ke kejaksaan dan 260 perkara diselesaikan melalui mekanisme restorative justice. “Total perkara yang diselesaikan sepanjang 2025 mencapai 1.281 perkara,” ujar Kapolresta.
Adapun mekanisme penyelesaian perkara meliputi pelimpahan tahap II sebanyak 610 perkara, restorative justice 260 perkara, penyidikan aktif 65 perkara, dan penghentian penyidikan (SP3) 19 perkara.

"Berdasarkan pemetaan gangguan kamtibmas, lima tindak pidana dengan laporan tertinggi adalah penganiayaan 303 kasus, pencurian biasa 179 kasus, penipuan 147 kasus, pencurian dengan pemberatan 120 kasus, dan penggelapan 79 kasus," tambah Kapolresta.
Dalam pengungkapan kasus narkotika, Polresta Banyuwangi menangani 158 perkara dengan total 191 tersangka yang terdiri dari 186 pengedar dan lima pengguna. "Barang bukti yang diamankan antara lain 7,9 kilogram sabu, 4.893 butir ekstasi, 208.257 butir obat keras berbahaya, serta ratusan kendaraan bermotor," terang Kombes Pol Dr. Rama.
Menurutnya, pengungkapan kasus narkoba meningkat 30 persen. Sedangkan jumlah tersangka naik 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, penindakan tindak pidana ringan juga dilakukan, termasuk pengamanan 17.815 botol minuman keras dari 41 tersangka. Penindakan balap liar meningkat signifikan hingga 233,3 persen.
Lalu di bidang lalu lintas, angka kecelakaan menurun 13,55 persen, dari 1.122 kejadian pada 2024 menjadi 970 kejadian pada 2025. "Korban meninggal dunia juga turun 17,72 persen menjadi 209 orang," kata Kapolresta. (azi/why)





Share to
 (lp).jpg)
