Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-23 20:51:11

Pondasi Tergerus Air Hujan, Bangunan SDN III Plaosan Ambrol

RUSAK: Petugas memeriksa kondisi bangunan SDN III Plaosan yang ambrol. Meski mengalami kerusakan parah, namun perbaikan baru bisa dilakukan tahun depan. (foto: istimewa)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Bangunan SDN III Plaosan, Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo ambrol, Senin (21/6/2021) lalu. Ambrolnya gedung itu disebabkan karena hujan lebat yang mengguyur di wilayah tersebut, Minggu (20/6) malam.

Camat Krucil, Febrya Ilham Hidayat mengatakan hujan terus turun hingga pagi hari. Sehingga mengakibatkan pondasi bangunan lokal dengan tiga ruangan tersebut tergerus air hujan yang mengalir deras di tanah. Tak ayal, dinding bangunan pun ambrol.

Baca Juga : Perbaikan Gedung SDN Plaosan Terkendala Status Kepemilikan Tanah

Kemudian, kerusakan tersebut merembet ke ruangan yang dijadikan ruang guru, sehingga membuat ruangan itu rusak parah. Sementara dua ruangan lainnya yang digunakan sebagai ruang kelas juga mengalami kerusakan. "Kerusakannya hanya retak pada dinding tembok," terangnya, Rabu (23/6).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebenarnya, bangunan itu berdekatan dengan rumah warga, dan posisi bangunannya lebih tinggi dibanding rumah warga. Namun beruntung, ambrolnya bangunan tersebut tidak menimpa rumah warga sekitar. "Ada jarak dengan rumah penduduk," tutur Febry.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi mengaku telah menerjunkan stafnya untuk memeriksa sekolah tersebut. Menurutnya, memang bangunan tersebut didirikan pada 2005 silam.

Selain itu, posisi gedung yang lebih tinggi itu membuat pondasinya menggantung karena terkikis air hujan dalam waktu yang lama. Ia menyebut, sekolah tersebut merupakan sekolah yang menerapkan multigrade. "Sehingga satu kelas dipakai merangkap," katanya.

Sementara untuk pembelajaran tatap muka, masih akan dibahas lebih lanjut.  Terlebih saat ini masih masa pandemi, dimana sekolah tidak sepenuhnya masuk.

Namun jika nanti harus masuk sekolah, maka akan direncanakan belajar menggunakan sistem luring, "Hingga bangunan selesai dibangun," ujarnya.

Sedangkan, mengenai perbaikan pada sekolah tersebut, bakal dilaksanakan pada tahun depan. Karena saat ini, sudah berada di pertengahan tahun. Kecuali ada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), sehingga bisa diperbaiki tahun ini. (zr/don)