Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-09 22:02:55

Positif Covid-19, Jenazah Wakil Wali Kota Probolinggo Dimakamkan dengan Prokes Ketat

TERAKHIR: Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin memberikan sambutan serta salam perpisahan pada Soufis Subri di kantor Pemkot Probolinggo, sebelum dilepas ke pemakaman.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kabar duka datang dari Pemerintah Kota Probolinggo, usai Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri meninggal dunia usai terpapar Covid-19.

Wawali Subri meninggal dunia usai berjuang dan dirawat di RS dr. Soetomo, Rabu (9/12). Politisi Partai Demokrat tersebut sebelum dimakamkan di solatkam di jalan kantor wali kota Probolinggo. Sedangkan jenazah pria lulusan ITN Malang tersebut tetap berada di ambulan RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

Baca Juga : Temui Komisi 2 DPRD, Pemilik Kafe Keluhkan SE Walikota Probolinggo terkait Jam Tutup Usaha

Sementara ratusan pegawai pemkot dan warga, serta anggota DPRD setempat bersama Dandim 0820 Letkol Inf. Imam Wibowo, ikut mensalati jenazah wawali Subri. Sedangkan imam salat jenazah dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin.

Baca Juga : 17 Warga Desa Kalibuntu Diswab Masal, 1 Tak Hadir

Sebelumnya tiba di kantor Pemkot Probolinggo pukul 12.00, jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di Blok Cangkringan, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo pukul 12.45.

Iring-iringan Jenazah Wawali Subri dari kantor pemkot Probolinggo ke tempat pemakaman berlangsung tenang sisertai hujan rintik-rintik. Rombongan jenazah disertai rombongan Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin.

Sedangkan Jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan secara ketat. Para pentakziah dibatasi dengan pagar makam keluarga. Hanya petugas prokes penekanan yang dapat masuk ke liang makam jenazah wawali Subri.

Wali Kot Proboinggo Habib Hadi Zaenal Abidin mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya wawali Subri. Menurutnya, sosok wawali Subri adalah partner dan sahabatnya yang bekerja dengan saling mensuport antara satu sama lainnya.

"Saya pribadi sangat kehilangan. Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Probolinggo meminta maaf buat wakil saya apabila ada kesalahan dan kekhilafannya, karena manusia tidak luput dari salah. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterim oleh Allah Subhanahu Wataa'la. Apa yang sudah kita kerjakan selama dua tahun ini, mudah-mudahan itu menjadi ladang amal ibadah wakil saya," terangnya.

Menurutnya, Wawali Subri selama mengabdi untuk warga Kota Probolinggo, adalah orang yang luar biasa dan tidak mengenal waktu. Mendiang wawali Subri betul-betul membantu memikirkan untuk pengembangan Kota Probolinggo.

"Lebih-lebih di bidang infrastruktur, karena kebetulan saudara wakil ahli di bidang infrastruktur dan dipercayakan penuh untuk mengontrol bangunan ini terjamin. Ini sangat berat bagi saya. Bukan hanya sekedar ditinggal karena itu, tapi juga sebagai teman dan partner," jelasnya.

Politisi PKB tersebut berharap sepeninggal Wawali Subri, ia bisa meneruskan komitmen mereka berdua di Kota Probolinggo. Termasuk terus mengedukasi masyarakat untuk tidak bosan menerapkan protokol kesehatan.

Pasalnya, selama ini Covid-19 bisa menyerang siapa saja. Mulai orang dewasa sampai anak-anak, pria maupun wanita, bahkan pejabat maupun bukan pejabat. "Melalui jajaran Polri, Satpol PP, operasi Yustisi terus kita lakukan," tegasnya. (hla/sp)