Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-12 09:53:02

Pria Pencari Amal asal Banyuanyar Jadi Mayat di Warung Bantaran

JADI MAYAT: Tubuh Abdullah, warga Banyuanyar saat ditemukan tergeletak tak bernyawa di teras warung di Bantaran, Sabtu (11/6/2022) petang.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Warga Bantaran pada Sabtu (11/6/2022) sekitar pukul 17.30 dikejutkan oleh sosok pria yang tergeletak tak bernyawa di teras sebuah warung di Dusun Krajan, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Pria itu kemudian diketahui bernama Abdullah, 61, warga Dusun Karanganyar, Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

Mayat Abdullah kali pertama diketahui oleh Suna, 40, pemilik warung. Petang itu saat membuka warung, Suna melihat korban seperti dalam keadaan tertidur. Akhirnya ia meminta bantuan Zainal Arifin, 39, untuk memastikan kondisi korban. Saat diperiksa dan berusaha dibangunkan oleh Zainial Arifin, tubuh korban tidak bergerak. Akhirnya, Zainal melaporkan kejadian itu ke Polsek Bantaran.

Baca Juga : Satu Jamaah Haji asal Maron Meninggal Dunia di Arab Saudi

Iptu Sugeng Harianto dari Polsek Bantaran kemudian turun ke lokasi bersama tim medis. “Setelah mendapat laporan, langsung berangkat,” jelasnya pada tadatodays.com, Minggu (12/6/2022). Mereka kemudian melakukan olah TKP dan mencari identitas korban.

Baca Juga : Pelatih Silat Hukum Murid sampai Meninggal, Ditetapkan sebagai Tersangka

Polsek memeriksa barang yang dibawa korban. Ada tas hitam, kotak amal dan obat napacin. Polsek Bantaran akhirnya mendapati  identitas korban. Pria bernama Abdullah ini diketahui sehari-harinya mencari amal di beberapa daerah. Menurut penuturan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit sesak.

Diduga, korban meninggal dunia karena penyakit sesak nafas yang dideritanya. Selain itu, tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. “Tidak ada berkas kekerasan menurut tim medis,” ujar Iptu Sugeng.

Selanjutnya, Polsek Bantaran memulangkan jenazah korban ke rumah keluarganya. Pihak keluarga menolak dilakukan tindakan autopsi terhadap tubuh korban. Sebab, kejadian ini dianggap jalan takdir yang harus mereka terima dengan ikhlas. (alv/why)