Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-09 12:39:27

Pria Renta Ini Mencari Anaknya yang Hilang Pasca Erupsi Gunung Semeru

MENCARI ANAKNYA: Dengan memakai tongkat, Musaimin tak lelah untuk mencari keberadaan anaknya yang hilang pasca erupsi Gunung Semeru. Tak hanya mencari di lokasi sekitaran rumahnya di Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro,. Ia juga bolak-balik mencari ke RSUD Haryoto.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Erupsi Gunung Semeru membawa cerita pahit bagi warga yang berada di lereng gunung. Seperti yang dirasakan oleh Musamin, warga Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Ia bolak-balik dari tempat pengungsian ke kampungnya yang tertimbun abu vulkanik Gunung Semeru, untuk mencari keberadaan anaknya yang belum ditemukan.

Ya, Musamin yang tak lagi muda, yakni berusia 65 tahun, harus memacu fisiknya untuk terus mencari anaknya, Farizal, 17 tahun. Farizal hilang sejak gunung setinggi 3676 mdl itu meletus pada Sabtu sore, 4 Desember lalu.  

Tak hanya mencari di sekitaran Dusun Renteng, tempat anaknya hilang. Ia juga berkali-kali mencari anaknya ke RSUD dr. Haryoto Lumajang, tempat para korban erupsi dievakuasi. Baik korban selamat maupun meninggal. "Tapi tidak ketemu," ucapnya sambil mengusap dada, Kamis (9/12/2021).

Musamin menceritakan, Gunung Semeru erupsi, anak bungsunya itu diminta oleh pamannya, Samsul, untuk untuk menjemput bibinya yang berlokasi sekitar 500 meter dari rumahnya. Dengan membawa sepeda pancal, Fahrizal berangkat menuju rumah bibinya.

Akan tetapi bibinya itu sudah lari menuju tempat yang aman. Sehingga bibi, paman, dan keluarganya yang lain selamat dari terjangan abu vulkanik. Sedangkan Farizal masih terus melanjutkan perjalanannya. "Hilangnya di mana sudah tidak tahu," katanya, sedih.

Ia berharap Fahrizal dapat ditemukan dengan selamat. Tetapi jika sudah meninggal, diharapkan juga bisa dievakuasi agar nanti dirinya dapat memakamkan jenazah anaknya dengan layak. (zr/don)