Protes Alih Fungsi Gedung Kesenian, Ratusan Anak Menari di Halaman Museum Probolinggo

Alvi Warda
Alvi Warda

Wednesday, 27 Aug 2025 20:15 WIB

Protes Alih Fungsi Gedung Kesenian, Ratusan Anak Menari di Halaman Museum Probolinggo

PROTES: Ratusan anak berlatih seni tari di halaman Museum Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Halaman Museum Probolinggo: Pusat Kesenian dan Kebudayaan di Jalan Suroyo Kota Probolinggo, dipenuhi anak berlatih seni tari pada Rabu (27/8/2025) sore. Ratusan anak dari berbagai sekolah dan sanggar seni di Kota Probolinggo menggelar aksi protes melalui pertunjukan tari-tarian.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 16.00-17.30 WIB ini merupakan bentuk protes kreatif terhadap rencana alih fungsi Gedung Kesenian yang biasa mereka tempati berlatih dan unjuk karya, menjadi lapangan tennis indoor. Mereka ingin menunjukkan jika kegiatan kesenian ada di Kota Probolinggo.

Ada sekitar 500 lebih anak yang berlatih tari. Pelatihnya mementori di teras Museum Probolinggo. Sementara, anak-anak berlatih di halaman sampai taman Museum Probolinggo. Mereka berasal dari Sanggar BTBK, Panji Laras, hingga Mardi Budoyo.

Di atas aspal yang masih hangat, mereka tetap menghentakkan kaki, menirukan gerakan pelatih. Bagi mereka hal itu sudah biasa, selama bertahun-tahun latihan di Gedung Kesenian.

HALAMAN: Anak-anak menari hingga area taman Museum Probolinggo.

Sementara, ibu dan ayah mereka duduk di lantai kosong sisi utara Museum Probolinggo. Mereka menyaksikan anak-anak berlatih dengan maksud protes terhadap kebijakan pemerintah yang tidak melibatkan mereka.

Pengguna jalan sementara distop agar tidak melalui halaman museum. Nah, uniknya juga khusus anak Sanggar Mardi Budoyo yang berlatih reog, melakukan pecutan di teras Museum Probolinggo. Itu menjadi salah satu bentuk protes.

Anak-anak yang berlatih terlihat semangat dan tahu ada maksud protes. Yanis (10) salah satunya. Murid SD ini sudah lima tahun ikut berlatih seni tari. "Sejak TK saya berlatiy tari. Saya juga tahu kalau Gedung Kesenian mau dipindah, terus diminta latihan di sini, saya mau," katanya.

Baginya, berlatih di luar memberikan kesan keseruan. Meski dalam bentuk protes. "Seru dan senang bisa latihan di luar kayak gini, tapi kaki sakit. Tapi nggak papa, saya sedih Gedung Kesenian dipindah. Kecewa saya sudah seringnya latihan di Gedung Kesenian," ucapnya.

Kekecewaan juga disampaikan orang tua. Indah, asal Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ia sudah bertahun-tahun mengantar anaknya yang berlatih seni tari sejak TK. "Kenapa kita gak diajak rembuk. Itu sih pertanyaannya," ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Probolinggo dapat melihat aksi protes latihan seni di Halaman Museum tersebut. "Saya gak masalah mau diajak protes bagaimanapun, asalkan anak saya tetap bisa berlatih. Lha wong anak saya sering diikutkan lomba dan tampil, dan saya bangga. Kalau dipindah-pindah itu kenapa gitu loh," katanya.

Sedangkan Komite Tari Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKKPro) Yuyun Widowati mengatakan latihan tari di halaman Museum ini dengan maksud ingin menunjukkan proses berkesenian di Gedung Kesenian. "Ini lho yang terjadi di dalam gedung itu. Bukan meneng-menengan (diam). Kita menari, berkesenian. Jadi kalau dibilang tidak dimanfaatkan, itu salah besar," ucapnya.

DKKPro, lanjut Yuyun, telah melaksanakan audiensi dengan DPRD Kota Probolinggo. Ia berharap ada jalan keluar terkait alih fungsi Gedung Kesenian menjadi lapangan tennis indoor. "Selanjutnya kita akan audiensi dengan Wali Kota. Semoga saja ada jalan keluar, dan semoga masih bisa dan tetap berlatih disini," tuturnya. (alv/why)


Share to