Puluhan Calon Jemaah Haji di Kota Pasuruan Belum Lunasi Bipih, Faktor Ekonomi hingga Kesehatan Jadi Penyebab

Amal Taufik
Amal Taufik

Wednesday, 07 Jan 2026 15:41 WIB

Puluhan Calon Jemaah Haji di Kota Pasuruan Belum Lunasi Bipih, Faktor Ekonomi hingga Kesehatan Jadi Penyebab

HAJI: Suasana ibadah haji tahun lalu.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Puluhan calon jemaah haji di Kota Pasuruan belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap I. Faktornya beragam, mulai ekonomi hingga kesehatan.

Data Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Pasuruan menunjukkan, dari 279 calon jamaah yang berhak melakukan pelunasan pada tahap pertama, baru 203 orang yang menuntaskan kewajiban tersebut. Artinya, ada 76 calon jamaah yang belum melunasi Bipih.

Besaran biaya menjadi salah satu titik krusial dalam proses ini. Untuk keberangkatan 2026, pemerintah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Embarkasi Surabaya sebesar Rp 93.860.981. Dari jumlah itu, porsi Bipih yang harus ditanggung jamaah sebesar Rp 60.645.422.

Namun calon jamaah tidak membayar dari nol. Setoran awal pendaftaran sebesar Rp 25 juta yang telah dibayarkan sebelumnya membuat sisa pelunasan yang harus disetor jamaah Kota Pasuruan berada di angka Rp 35.645.422.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pasuruan, Ahmad Marzuqi, menjelaskan bahwa belum tuntasnya pelunasan salah satunya karena faktor ekonomi. Selain itu, ada pula karena kondisi kesehatan, ada yang sulit dihubungi, dan sebagian lainnya mengalami gagal sistem. "Memang tahap I sudah ditutup. Dan bagi yang belum, masih bisa melunasi di tahap II," kata Marzuqi, Rabu (07/01/2026).

Kemenhaj membuka pelunasan tahap II pada 2–9 Januari 2026. Tahap ini diperuntukkan bagi jemaah cadangan, jemaah penggabungan, serta mereka yang gagal melunasi di tahap awal karena kendala teknis.

Pada tahap lanjutan ini, Kemenhaj juga menekankan pentingnya kesiapan kesehatan calon jamaah. Status istithaah menjadi syarat yang menentukan apakah proses administrasi dapat dilanjutkan hingga keberangkatan.

“Kami terus berkomunikasi agar calon jemaah yang masih memiliki kesempatan bisa menyiapkan diri, baik secara administrasi maupun kesehatan,” kata Marzuqi. (pik/why)


Share to