Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-03 22:36:31

Puluhan Nakes Terkonfirmasi Covid-19, Poliklinik RSUD dr. Mohamad Saleh Tutup

SEPI: Poliklinik RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo tidak membuka pelayanan selama dua hari, setelah puluhan nakes terkonfirmasi positif Covid-19.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebanyak 22 tenaga kesehatan (Nakes) RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo terkonfirmasi terinfeksi Covid-19. Tak ayal, pihak rumah sakit plat merah ini menutup pelayanan polikliniknya.

Surat pemberlakuan ditutupnya di instalasi rawat jalan (IRJA) RSUD dr. Mohamad Saleh telah ditandatangi Plt. Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dr. Abraar HS Kuddah, pada 1 Desember 2020 nomor: 445/3304/425.208/2020.

Baca Juga : Ketua Komisi 2 DPRD Kota Probolinggo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Surat itu menyebutkan, dengan semakin tingginya kasus nakes di instalasi rawat jalan yang terkonfirmasi positif (+) Covid-19, maka akan dilakukan lockdown atau penutupan pada Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo selama dua hari. Yaitu terhitung mulai Hari Jumat dan Sabtu, tanggal 4 sampai 5 Desember 2020.

Baca Juga : Temui Komisi 2 DPRD, Pemilik Kafe Keluhkan SE Walikota Probolinggo terkait Jam Tutup Usaha

"Akan dilakukan dekontaminasi serta sterilisasi di semua ruangan Poli Rawat Jalan RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dan tracing terhadap nakes yang kontak erat," kata dr. Abraar HS Kuddah.

Menurutnya, baik perawat dan tenaga kesehatan di poliklinik sudah diisolasi selama 14 hari kedepan. Sedangkan pelayanan IGD dan rawat inap tetap dilayani, karena perawat yang terpapar digantikan oleh perawat lainnya yang sehat.

Dokter spesialis bedah ini berharap kepada pasien rawat jalan, agar nanti saat dibuka kembali untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, jaga jarak atau phisical distancing, dan cuci tangan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berobat jika ada keluhan batuk, pilek, panas, demam, dan nyeri tenggorokan.

Abraar juga menegaskkan bahwa tidak ada rumah sakit yang sengaja meng-covid-kan pasien, sebab jika dalam pemeriksaan tidak ada gejala covid-19 pasti tidak akan terkonfirmasi. (hla/don)