Puncak Musim Hujan, Dinkes Waspadai Penyakit Kencing Tikus

Amal Taufik
Monday, 05 Jan 2026 15:49 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Shierly Marlena
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Memasuki puncak musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi penyakit leptospirosis atau kencing tikus. Penyakit ini dikenal meningkat risikonya saat kondisi lingkungan lembap dan tergenang air.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Shierly Marlena mengungkapkan, sepanjang 2025 tidak ditemukan kasus leptospirosis di wilayah Kota Pasuruan. Kondisi tersebut juga sama dengan tahun sebelumnya yang tercatat nol kasus.
“Kota Pasuruan masih zero kasus leptospirosis. Namun kewaspadaan tetap perlu, karena penyakit ini cenderung muncul saat musim hujan,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Menurut Shierly, meningkatnya risiko leptospirosis berkaitan dengan perilaku hewan pembawa bakteri, terutama tikus, yang lebih sering keluar dari sarangnya saat hujan. Lingkungan lembap dan genangan air menjadi media ideal bagi bakteri untuk bertahan hidup.

Penularan leptospirosis dapat terjadi melalui kontak dengan air atau permukaan yang tercemar urine hewan, seperti tikus, sapi, anjing, maupun babi. Selain itu, makanan yang tidak tertutup rapat juga berpotensi terkontaminasi.
Untuk mencegah risiko penularan, dinkes menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat dianjurkan menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan selokan, saluran air, atau area lembap lainnya.
“Setelah bersih-bersih, biasakan cuci tangan dengan benar. Pastikan juga makanan tertutup rapat agar tidak terkontaminasi,” jelasnya.
Shierly mengingatkan, leptospirosis bukan penyakit ringan. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat berdampak serius pada organ vital seperti ginjal dan hati. “Kunci pencegahan ada pada kebiasaan sehari-hari. PHBS harus diterapkan secara konsisten, baik sebelum maupun sesudah beraktivitas,” katanya. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)