Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-27 18:57:22

Pupuk di Kabupaten Probolinggo Masih Langka, Ini Penyebabnya

MASIH LANGKA: Seorang petani tembakau menebarkan pupuk di atas tanaman tembakaunya beberapa waktu lalu.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sejumlah petani di Kabupaten Probolinggo masih mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi. Kelangkaan tersebut dipicu oleh kurangnya jatah pupuk subsidi yang didistribusikan oleh pabrik ke daerah.

Seperti disampaikan oleh Taufik Alami, Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo. Ia mengatakan, kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 47 ton. Namun Kabupaten Probolinggo hanya mendapat jatah sekitar 33 ton saja.

Baca Juga : Surplus, Bulog Jember akan Kirim 3.550 Ton Beras ke NTT dan Papua

"Jadi kan sebenarnya kita memang kurang kebutuhan pupuknya. Kalau khusus Disperindag memang pengawasannya pada distribusi pupuknya. Jadi bagaimana (aliran) dari produsen ke distributor," terangnya pada Tadatodays.com, Minggu (27/9/2020).

Baca Juga : Hujan, Petani Tembakau di Probolinggo Resah

Menurutnya, angka tersebut jika dikalkulasi menggunakan hitungan matematika, jumlah pupuk yang tersedia lebih rendah dibanding dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Hal itulah yang menjadi penyebab utama kelangkaan pupuk yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Kendala lain, pemberlakuan kartu petani membuat proses distribusi pupuk bersubsidi juga mengalami kendala. Petani yang membeli pupuk bersubsidi harus mempunyai Kartu Tani.  Namun Disperindag sendiri masih memberikan toleransi kepada petani. Cukup membawa KTP dan surat keterangan dari desa yang menyatakan bahwa pembeli pupuk merupakan petani. Jika surat tersebut lengkap, petani boleh membeli pupuk bersubsidi tanpa harus mempunyai kartu tani.

"Sebenarnya sudah lama kita ngusulkan untuk jatahnya kita di tambahlah. Tetapi masih belum bisa. Secara hitung-hitungan kita kan butuhnya 47 ton, tapi hanya dijatah 33 ton," jelasnya.

Karena itu, pihaknya sudah mendatangi distributor pupuk yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Juga mendatangi produsen Pupuk Kaltim dan Pupuk Petro. Tujuannya untuk mengetahui apa penyebab yang menjadikan distribusi pupuk ini tersendat.

"Saya rasa kalau penimbunan saya belum menemukan itu ya, hasil pemantauai kita kemarin kita tidak ditemukan itu (penimbunan, red). Hanya regulasi itu saja, kita pemantauan jangan sampai pupuk yang subsidi dinaikkan," tutupnya, dalam pembicaraan via seluler. (zr/hvn)