Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-05 20:38:46

Pupuk Langka, Gapero Sarankan Tanam Tembakau Tanpa Pupuk

SUBUR: Tembakau Kabupaten Probolinggo milik Abdullah ini selama ini ditanam dengan pupuk anorganik atau kimia. Menurutnya pupuk menjadikan timbangan tembakaunya lebih berat.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Peristiwa kelangkaan pupuk bersubsidi, bisa menjadi awal dimulainya penanaman tembakau tanpa pupuk. Pernyataan ini diungkapkan oleh Izmail Marzuki, Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, penggunaan pupuk anorganik atau pupuk buatan pabrik itu sangat berpengaruh terhadap kualitas tembakau. "Apalagi jika penggunaan pupuknya secara berlebihan," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa tembakau yang tumbuh sendiri jauh lebih baik kualitasnya dibanding dengan tembakau yang perawatannya menggunakan pupuk anorganik. Pasalnya kandungan kimia yang ada pada pupuk anorganik itu mempengaruhi cita rasa tembakau saat diproduksi menjadi rokok.

Baca Juga : Hujan, Petani Tembakau di Probolinggo Resah

"Kalau dari perusahaan rokok, tanpa pupuk itu jauh lebih bagus. Karena tidak ada campuran kimia. Bahkan ada tembakau yang tumbuh sendiri, itu jauh lebih bagus," ucapnya pada Tadatodays.com. Senin (5/10/2020).

Baca Juga : Pupuk di Banyuwangi Langka, Petani Dihantui Gagal Panen

Sehingga tembakau yang tidak menggunakan pupuk anorganik ini harganya jauh lebih tinggi dibanding tembakau pada umumnya. Untuk mengatahui tembakau tersebut tidak ada campuran pupuknya, biasanya pihak perusahaan melakukan tes laboratorium pada tembakau tersebut. Sehingga ketika lolos uji laboratorium dan hasilnya sudah sesuai dengan harapan, maka pihak pabrikan akan mengolah tembakau tersebut dengan olahan cita rasa sesuai dengan perencanaan awal. Hanya saja di Kabupaten Probolinggo masih belum ada petani yang merawat tembakaunya tanpa menggunakan pupuk.

"Ada tesnya nanti di laboratorium. Jadi laboratorium itu kepentingan perusahaan untuk mengetes rasa rokok yang akan di konsumsi oleh para prokok. Kalau di Probolinggo belum ada petani tembakau yang tidak menggunakan pupuk," akunya.

Di sisi lain, Samsukdin, Ketua Kelompok Tani Dusun Klerkeran, Desa Krampilan, Kecamatan Besuk, kabupaten setempat mengaku jika tembakau yang ditanam tanpa pupuk justru membuat petani tidak banyak meraup keuntungan.

Pasalnya, pupuk anorganik yang biasa digunakan tersebut dapat membuat tembakau tumbuh lebih tinggi hingga mencapai 2 meter. Sehingga otomatis panennya pun lebih banyak. Sedangkan tembakau yang tanpa pupuk tingginya hanya berikisar 1-1,2 meter saja. Selain itu, pupuk juga dapat membuat timbangan tembakau jauh lebih berat, dan daun lebih lebar.

"Kalau pakai pupuk timbangan bisa berat mas, daun lebih lebar dan tembakaunya bisa tinggi. Kalau tidak pakai ya sebaliknya, tingginya paling 1 meter saja, daunnya pun hanya seperti dua telapak tangan ini mas (lebarnya, red)," paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdullah, petani asal Pondok Kelor. "Kalau tidak menggunakan pupuk nanti tidak bisa tinggi mas. Juga daunnya tidak lebar, yang jelas kalau daunnya tidak lebar kan tidak banyak tembakau yang dihasilkan. Timbangannya pun pasti menurun," tuturnya. (zr/hvn)