Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-08 10:27:17

Puskesmas Banyuanyar Percepat Vaksinasi, Buka Pelayanan di Pasar dan Desa

OPTIMALISASI: Puskesmas Banyuanyar melakukan vaksinasi tidak hanya di fasilitas kesehatan, namun juga ke fasilitas pemerintah desa, rumah warga, bahkan ke pasar.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebagai upaya mendukung percepatan program vaksinasi nasional, Puskesmas Banyuanyar menyediakan layanan vaksinasi covid-19 gratis di pasar Banyuanyar. Layanan ini dikhususkan bagi para konsumen maupun penjual di pasar. Selain di pasar, puskesmas setempat juga membuka layanan di desa-desa.

“Dua kali buka, lumayan kita dapat 30 sasaran tiap sekali buka. Semoga seterusnya meningkat, karena pedagang banyak yang belum divaksin. Cakupan vaksinasi di Puskesmas Banyuanyar per 2 Desember 2021 sebesar 60 persen untuk dosis pertama, dosis kedua mencapai 29 persen. Sedangkang desa yang mencapai 76 persen di Desa Blado Wetan,” terang Kepala Puskesmas Banyuanyar drg. Kurnia Indah.

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Baca Juga : Dinkes Kota Probolinggo Menyiapkan Vaksin Booster dengan Sasaran 8.851 Lansia

KERJASAMA: Pihak Puskesmas Banyuanyar berkoordinasi dengan Forkopimka untuk memaksimalkan pelaksanaakn vaksinasi. Seperti yang dilakukan pemerintah kecamatan dengan memaksimalkan jajaran pemerintah desa.

Menurutnya, sejumalah desa dilaporkan kurang 100 sampai 200 dosis untuk capaian minimal vaksinasinya. Karenanya, petugas desa masing-masing menggelar sweeping dengan turun langsung. Desa yang cakupan vaksinnya kurang banyak seperti Desa Gunung Geni yang masih kurang 800 dosis, Desa Liprak Kidul kurang 600 dosis.

“Kami sudah tidak buka pos. Ada daftar nama sasaran, di situ sudah lengkap, baik data dosis satu dan dosis dua. Jadi teman-teman langsung turun ke rumah warga sesuai daftar nama tersebut. Ada 4-5 tim yang turun ke desa tersebut, lalu kami buka pos di desa tersebut. Kita coba dalam sepekan dulu, langsung door-to door,” katanya.

SKRINING: Sebelum divaksin, petugas vaksinasi melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk bisa mendeteksi kondisi kesehatan warga.

Capaian cakupan vaksinasi dengan sistem buka pos dan door to door itu berbeda. Jika sistem mebuka pos, capaian vaksinasi kisaran 80 hingg 100 dosis tiap harinya. Sedangkan door to door, sehari bisa di atas 100. Baik dosis pertama maupun kedua. Untuk vaksinasi dari pintu ke pintu ini, tim memprioritaskan dosis pertama.

Optimalisasi vaksinasi ini juga didukung pemerintah kecamatan yang mengkoordinasi pemerintah desa setempat. Selain itu, pihak puskesmas terus berjibaku menangkan hoaks. Pasalnya, banyak warga yang enggan divaksin gara-gara percaya hoaks. Padahal, pihaknya memastiakn kalau vaksin aman. (*hla/sp)