Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-03 13:21:24

Puskesmas Besuk Buka Pos Vaksinasi Malam Hari

ANTUSIAS: Upaya Puskesmas Besuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksin tidak berbahaya bagi tubuh, berhasil. Hal itu ditunjukkan dengan tingginya antusias warga yang bersedia divaksin, termasuk kalangan lansia.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Besuk mendirikan pos vaksinasi di malam hari. Cara itu dilakukan guna meningkatkan capaian vaksinasi, sebab banyak warga Besuk yang bekerja di siang hari. Cara inipun efektif dengan hasil capaian vaksinasi 66 persen dari sasaran sebanyak 21.247 orang, dan vaksinasi lansia mencapai 44 persen dari sasaran sebanyak 2.849 orang.

Kepala Puskesmas Besuk, Triana Floritawati menyampaikan pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk menyukseskan vaksinasi covid-19 di wilayahnya. Termasuk, membuka pos vaksinasi malam. “Pos itu dibuka di masing-masing desa yang warganya meminta untuk divaksin malam hari,” kata Triana.

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Bukan hanya vaksin malam, vaksinasi secara door to door ke setiap rumah warga juga dilakukan. Hal itu bertujuan agar pihaknya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tidak sempat untuk datang ke pos vaksin. "Karena sibuk bekerja," terangnya pada tadatodays.com, Rabu (01/12/2021).

Baca Juga : Dinkes Kota Probolinggo Menyiapkan Vaksin Booster dengan Sasaran 8.851 Lansia

Untuk memaksimalkan pelayanan vaksin malam itu, pihaknya menggandeng beberapa pihak. Meliputi, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua Rt dan ketua Rw.

Termasuk bekerjasama dengan pihak pesantren-pesantren yang ada di wilayah Puskesmas Besuk. Sehingga dari jumlah vaksinator sebanyak 20 orang, setiap harinya mampu melaksanakan vaksinasi kepada 200-300 orang. "Target Desember ini sudah 70 persen, syukur-syukur bisa 80 persen," tuturnya.

Namun hal itu tidak semulus yang dibayangkan. Ternyata pihaknya juga mengalami kendala terhadap adanya masyarakat yang tidak mau divaksin. Mereka termakan isu tidak benar, yang menyebutkan bahwa vaksinasi berbahaya bagi tubuh.

SCREENING: Setiap warga yang hendak divaksin harus melewati tahapan pemeriksaan kondisi tubuh. Hal itu untuk memastikan bahwa warga yang divaksin dalam kondisi sehat.

Lalu, ada yang tidak mau karena mendapat bisikan dari tetangganya agar jangan mau divaksin. Alhasil, ketika para tim vaksinasi yang berjumlah 10 tim datang untuk melakukan vaksin, warga bersembunyi dan menutup pintunya. Padahal, sebelumnya sudah menyatakan kalau siap divaksin. "Ditunggu-tunggu gak keluar-keluar," ujarnya.

Ada pula warga yang hanya menginginkan vaksin Sinovac, dengan alasan vaksin jenis lainnya mengakibatkan tubuh panas. Beruntung semua itu bisa teratasi dengan memberi pemahaman. Dengan begitu masyarakat mau untuk divaksin selain vaksin Sinovac.

Kendala lainnya juga dihadapi petugas Puskesmas Besuk di lingkungan pesantren. Saat pertama melakukan vaksinasi, hanya ada 6 orang santri yang mendapat izin dari orang tuanya untuk divaksin.

Namun seiiring waktu, ketika banyak santri yang tidak terjadi apa-apa setelah divaksin, maka orang tua santri lainnya sudah menyetujui anaknya disuntik vaksin. "Kalau jenis vaksin Sinovac, Astrazeneca dan Pfizer kita ada," ujar kapus yang karib disapa Ana ini.

Ana berharap masyarakat dapat menerima vaksinasi, agar tercipta kekebalan tubuh di masa pandemi ini. Karena pada dasarnya vaksin ini untuk melindungi masyarakat dari covid-19, bukan untuk kepentingan pemerintah saja. (zr/don)