Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-01 11:04:21

Puskesmas Krejengan Punya Program Sikasun untuk Mempercepat Vaksinasi Covid-19

SIKASUN: Puskesmas Krejengan mendatagi setiap dusun di wilayah Kecamatan Krejengan, untuk mempercepat vaksinasi kepada warga. Program tersebuat diberi nama Sikasun, atau vaksinasi masuk dusun.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Krejengan punya program khusus untuk menggenjot vaksinasi covid-19 di wilayahnya. Nama program tersebut yakni Sikasun, atau vaksinasi masuk dusun. Dengan program tersebut, capaian vaksinasi di Krejengan mencapai 64 persen.

Diketahui, capaian vaksinasi 64 persen tersebut dari jumlah sasaran sebanyak 30.329 orang. Lalu untuk vaksinasi lansia sebanyak 43 persen, dari jumlah sasaran sebanyak 4.081 orang.

Baca Juga : Vaksinasi Anak di Kabupaten Probolinggo Dimulai, Target Rampung Awal Maret

Kepala Puskemas Krejengan, drg. Siti Maisaroh menyampaikan capaian tersebut tidak luput dari inovasi Sikasun. “Petugas melakukan vaksinasi dengan cara masuk ke setiap dusun yang ada di masing-masing desa,” katanya.   

Baca Juga : Dinkes Kabupaten Probolinggo Merealisasikan Vaksin 4 Ribu Anak

Drg. Siti menjelaskan, melalui Sikasun setiap harinya petugas melakukan vaksinasi minimal 10 orang, di setiap dusun. "Kalau kurang kita lakukan door to door," terangnya pada tadatodays.com, Senin (29/11/2021).

Selain itu, pihaknya juga membuka gerai vaksin malam hari. Vaksin malam itu untuk menyasar masyarakat yang tidak bisa divaksin pada siang hari karena masih bekerja. “Tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa divaksin,” tuturnya.

Tak hanya menyasar masyarakat di permukiman. Puskesmas Krejengan juga gencar memvaksin mereka yang berada di lingkungan pondok pesantren.

GENCAR: Setiap petugas vaksinasi yang dimiliki Puskesmas Krejengan, saban harinya memvaksin sekitar 10 orang. Langkah tersebut mampu mempercepat target capaian vaksinasi.

Menurut drg. Siti Maisaroh, semua usaha itu membuahkan hasil. Sehingga petugas vaksin yang berjumlah sekitar 60 orang, setiap harinya mampu menyuntikan vaksin sekitar 70 orang di 17 desa yang ada di Kecamatan Krejengan. "Target 70 persen pada pertengahan bulan Desember," kata pejabat yang karib disapa Maisaroh itu.

Kendati demikian, Maisaroh mengaku masih mengalami kendala selama proses vaksinasi covid-19. Sepert, hujan yang sering mengguyur wilayah Kecamatan Krejengan. Lalu, masih ada masyarakat yang termakan isu hoaks terkait bahaya vaksin.

Ada juga masyarakat yang hanya mau divaksin dengan jenis Sinovac. Mereka beranggapan bahwa vaksin Sinovac paling aman, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Ada pula yang memang sengaja minta vaksin jenis Astrazeneca, dengan alasan bakal umrah. "Kalau jenis vaksinnya kami punya semua," katanya.

Bahkan, ada pula masyarakat Krejengan yang enggan divaksin dengan alasan di Kecamatan Krejengan tidak ada pusat perbelanjaan yang mensyaratkan kartu vaksin bagi pengunjung.

Karena itu iaa berharap agar pihak-pihak atau tempat-tempat tertentu mewajibkan bagi masyarakat untuk menunjukkan kartu vaksin, bila hendak mengurus sesuatu atau mengunjungi tempat tertentu. Sebab menurutnya, hal itu akan membantu mempercepat capaian vaksinasi. (zr/don)