Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-08 13:08:02

Puskesmas Maron Layani Vaksin Door to Door di Semua Desa

PEMERIKSAAN: Petugas vaksinasi tidak langsung menyuntikkan dosis vaksin pada warga. Sebelumnya, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika belum memenuhi syarat, maka vaksinasi ditunda.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Maron sampai harus blusukan melakukan vaksinasi kepada masyarakat di desa-desa di wilayah kerja puskesmas setempat. Tak hanya itu, setiap desa dibuka pos pelayanan vaksinasi untuk mempercepat cakupan vaksinasi di wilayah kerjanya.

“Kita melakukan vaksinasi ke desa yang jumlah sasarannya besar terlebih dahulu. Setiap harinya menentukan satu atau dua desa sasaran untuk didirikan pos. Bahkan setiap desa, bisa membuat lebih dari satu pos, kadang dua sampai empat pos. Agar optimal, kami menerjunkan semua petugas rawat inap dan bersalin,” terang Kepala Puskesmas Maron drg. Vina Fitria.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo Kembali Aktif

Baca Juga : Hendak Mengevakuasi Sarang Tawon, Eh, Petugas Damkar Malah Tersengat

SAMBUTAN HANGAT: Vaksinator Puskesmas Maron bersama warga menunjukkan jempolnya usai pelaksanaan vaksinasi. hal itu membuktikan dukungan masyarakat pada proses vaksinasi tersebut.

Sekitar Bulan Oktober, cakupan vaksinasi di puskesmas setempat masih 56 persen. Untuk naik satu persen, itu dibutuhkan 400 orang atau dosis. Selanjutanya, dua pekan kemudian dengan sistem gropyokan, capaian vaksinasi mencapai 70 persen.

“Teman-teman memang ngoyo betul dengan mendatangi rumah warga. Kuncinya, kerjasama dengan para kader. Para kader perannya sangat penting, karena merekalah yang tahu kondisi desa. Setiap tim ada kader yang mendampingi. Mereka yang menagarahkan siapa yang belum divaksin dan penunjuk jalan juga, mereka sudah punya datanya,” jelasnya.

SAMBANGI WARGA: Petugas vaksinasi Puskesmas Maron melakukan vaksinasi hinga ke rumah-rumah warga. Hal ini dilakukan agar cakupan vaksinasi semakon optimal.

Setelah mencapai 70 persen, puskesmas setempat memberlakukan sistim satu desa satu pos. Setelah ada perubahan target dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menargetkan 80 persen cakupan vaksinasi, puskesmas setempat saat ini kembali memberlakukan sistem gropyokan lagi.

“Kalau percepatan saat ini tiap hari bisa lebih dari 14 pos. Kita ingin mencapai target. Selain vaksinasi juga banyak kegiatan yang lain. Tentunya kami berharap kekebalan kelompok kita terbentuk, sehingga civid-19 segera menurun. Kalau bisa ya selesai. Sebenarnya kita sudah 74 persen cakupannya. Target nasional 70 persen, tetapi ada perubahan target, provinsi menargetkan 80 persen. Kita sekarang percepatan lagi,” tutupnya. (*/hla/sp)