Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-08 22:35:04

Puskesmas Suko Tertinggi Capaian Vaksinasi Lansia

SASAR RUMAH: Tim dari Puskesmas Suko mendatangi rumah-rumah warga agar cakupan vaksinasi bisa maksimal.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Program percepatan vaksinasi yang digagas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, sukses mendoronng capaian vaksinasi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Suko. Bahkan lewat program percepatan vaksinasi, mencatatkan tren capaian vaksinasi lansia tertinggi di Kabupaten Probolinggo.

“Vaksinasi lansia, kita berada di urutan pertama,” terang Kepala Puskesmas Suko drg. Eko Murdyati. Rinciannya, capaian vaksinasi di wilayah kerja puskesmas setempat mencapai 82 persen pada dosis pertama dari total sasaran usia di atas 12 tahun. Jumlahnya sebanyak 10.502 dosis. Sedangkan untuk cakupan vaksinasi lansia mencapai 74 persen dari jumlah sasaran sebanyak 1.345 dosis.

Baca Juga : Plt. Bupati Probolinggo: Selamat dan Sukses untuk Kontingen Jamnas XI 2022

“Sejak awal vaksinasi, kami langsung buka enam pos. Karena wilayah kerja kami tersebar di lima desa. Inovasinya kita menjemput bola. Kebanyakan kita door to door, satu desa bisa buka dua pos. Capaian umum kita nomor kedua tertinggi, nomor satu Puskesmas Pajarakan,” ujarnya.

Baca Juga : Plt. Bupati Probolinggo: Selamat dan Sukses Kontingen Jamnas XI 2022

Wanita yang biasa disapa Dokter Eko ini menambahkan bahwa puskesmas setempat berhasil memenuhi target sasaran, karena juga dibantu oleh kader kesehatan yang ada di masing-masing desa. “Teman-teman di desa gencar melakukan penyuluhan, kalau vaksin itu benar-benar aman. Kita juga bekersama dengan lintas sektor. Ada Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kader,” ungkapnya.

PEMERIKSAAN: Petugas vaksinator Puskesmas Suko melakukan pemeriksan kesehatan bagi masyarakat sebelum dilakukan vaksinasi.

Sementara percepatan vaksin di Puskesmas Suko diupayakan semaksimal mungkin. Bahkan tenaga kesehatan puskesmas setempat rela menjadi bak SPG vaksin dengan dilengkapi box selempang vaksin. “Kita juga pernah dimarahi, dan tidak dibukakan pintu. Sedangkan sukanya, kami diberi makanan oleh warga,” ujarnya.

Meskipun capaian cakupan vaksinasi tercapai, tenaga kesehatan setempat tetap terus menyasar warga yang belum divaksin. Pasalnya terdapat sejumlah warga yang belum sadar akan pentingnya vaksinasi. Pihaknya menyadari, butuh kesabaran ekstra menghadapi kondisi saat ini.

“Sasaran kami selanjutnya tinggal yang sulit-sulit. Kami mencanangkan semua wilayah binaan tervaksin semua. Teman-teman perawat desa dan bidan desa, harus lebih semangat lagi menyosialisasikan vaksin aman. Karena covid-19 itu lebih bahaya daripada hoaks. Kalau hoaks itu bisa memprovokasi, kalau covid-19 tidak bisa,” jelasnya.

Dokter yang pernah bertugas di Puskesmas Jabung ini berharap, masyarakat dapat tervaksin semua supaya terbentuk herd immunity. “Karena ini bukan untuk nakes, ini untuk kita semua, terutama untuk masyarakat Indonesia secara umum. Khususnya untuk Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (*/hla/sp)