Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-24 16:36:24

Putus Sekolah demi Bantu Ibu, Fepti Ingin Sekolah Lagi

INGIN SEKOLAH: Fepti Rofita Mughni bersama ibunya. Bila memungkinkan, Fepti ingin meneruskan pendidikannya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Fepti Rofita Muhgni, gadis berusia 15 tahun asal Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, terpaksa putus sekolah. Ia membantu ibunya, Agustina, bekerja di sebuah warung di Kota Probolinggo.

Fepti putus sekolah sejak kelas lima SD. Fepti kini seharusnya duduk di kelas dua SMP. 

Baca Juga : Pemkab Jember Fasilitasi 30 Motor untuk Pengawas Pendidikan

Saat ditemui tadatodays.com, Kamis(23/6/2022) sore, Fepti menceritakan bahwa ia putus sekolah karena ayahnya jatuh sakit. Ia harus membantu ibunya merawat sang ayah. Sedangkan ibunya, Agustina, harus bekerja di salah satu rumah tetangganya di desa. “Waktu nggak masuk sekolah, aku terus nanya ke ibu. Tapi aku ngerti kalau aku juga harus merawat ayah,” katanya.

Fepti merupakan anak tunggal. Ia tak begitu dekat dengan saudara-saudaranya. Fepti dan keluarganya semula tinggal di Pasuruan, kemudian berpindah ke Lamongan. Namun sejak sang ayah jatuh sakit di tahun 2020, keluarga ini pindah dan menetap di Probolinggo.

Sang ayah telah tutup usia. Fepti kemudian mengikuti ibunya bekerja, karena tak memiliki siapapun di rumah. Sedangkan pekerjaan ibunya mengharuskannya menginap. Mereka hanya memiliki libur dua hari dalam sebulan.

Fepti bercerita, ia ingin sekali melanjutkan sekolahnya. Namun, ia tak memiliki ijazah SD. Sempat berpikir untuk membeli ijazah paket, namun Fepti tak memiliki cukup uang. Akhirnya pikiran untuk membeli ijazah diurungkan. “Ingin kembali ke sekolah, rencananya mau kejar sekolah paket,” katanya.

Tadatodays.com mengajak Fepti berkunjung ke rumah cahaya milik Amir di Desa Pohsangit Tengah. Fepti sangat antusias. Ia kemudian langsung mencari buku IPS, pelajaran kesukaannya.

Fepti bercerita, waktu kelas empat hingga kelas lima SD, ia mendapat peringkat dua besar. Ia sudah berpikir akan lebih semangat lagi, namun nasib pahit menghampiri hidup Fepti.

Fepti berharap pemerintah bisa mendengar keinginannya ini. Ia hanya ingin melanjutkan sekolah.

Sementara itu, tadatodays.com menghubungi Kabid Pendidikan pada Dispendik Kabupaten Probolinggo Sulastri, Jumat (24/6/2022) pagi. Sulastri mengatakan, Fepti bisa menempuh pendidikan kejar paket A gratis di PKBM Amanah. PKBM tersebut berlokasi di Kanigaran Kota Probolinggo.

“Anak berusia tujuh hingga 21 tahun bisa ke PKBM tanpa biaya. Kalau domisilinya di Wonomerto, bisa ke PKBM Amanah yang di Kanigaran,” ujar Sulastri melalui telepon. (alv/why)