Ramainya Kampung Kerapu, Wisata Baru Pantai Situbondo

Syarif Hidayatullah
Syarif Hidayatullah

Thursday, 17 Jan 2019 00:04 WIB

Ramainya Kampung Kerapu, Wisata Baru Pantai Situbondo

WISATA BARU: selain masuk gratis, pemandangan elok Dermaga Kampung Kerapu, Situbondo juga menjadi daya tarik wisatawan.

SITUBONDO - Kampung Kerapu, Pantai Situbondo terus didatangi pengunjung. Sejak dibuka 18 Desember tahun lalu destinasi wisata baru Kabupaten Situbondo itu dijubeli pengunjung.

Selain menikmati panorama laut dan ikan kerapu, mereka juga berfoto selfie di logo nama yang baru dibangun. Logonya ada dua. Satu di dekat pintu masuk berkonsep layar perahu, selain itu terletak di tengah dermaga. 

Dari pantauan tadatodays.com Kampung Kerapu memang bisa jadi jujugan wisata baru selain Pasir Putih yang lebih dulu dikenal. Letaknya juga tak jauh dengan Pasir Putih namun memiliki keunikan sendiri. Sebab, pengunjung bisa melihat langsung budidaya kerapu di laut.

Jika malam hari, mereka yang datang bisa menyaksikan air mancur yang di-setting berwarna-warni. Selain itu, pengunjung bisa berjalan sambil berfoto ria di dermaga yang membentuk cincin.

Ismail, koordinator wisata setempat menceritakan asal usul Kampong Kerapu. Nama lokasi wisata ini diambil dari potensi desa, yakni budidaya ikan kerapu di laut. “Di sini banyak usaha keramba budidaya ikan kerapu, akhirnya nama ini yang dipakai,” ujarnya.

Sebelum menjadi lokasi wisata, tempat ini memang memiliki spot yang menarik. Karena itulah akhirnya Pemkab Situbondo membangun dermaga beserta fasilitas lainnya.

RAMAI PENGUNJUNG: Wisatawan terus memadati Kampung Kerapu. Selain untuk rehat, wisatawan mencari angle foto baru di garis pantai Situbondo.

"Mulai nama Kampung Kerapu, lahan parkir hingga tempat untuk melihat ikan kerapu. Pengunjung bisa melihat lebih dekat budidaya ikan kerapu,” terangnya.

Hingga saat ini, pemerintah belum mengambil retribusi untuk masuk ke wisata Kampung Kerapu. Para pengunjung bebas keluar masuk wisata dan hanya dikenai tarif dua ribu rupiah untuk parkir kendaraan roda empat dan roda dua. “Tidak tahu sampai kapan retribusi masuk wisata ini digratiskan,” pungkasnya. (mm/hvn)


Share to