Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-30 22:09:24

Ratusan Pelajar MTs Negeri Kota Probolinggo Antusias Jalani Vaksin Covid-19

BERANI: Siswa MTs Negeri Kota Probolinggo mendapat suntikan vaksinasi dari petugas kesehatan. Mereka mengimbau kawan-kawan seusianya untuk berani divaksin agar terhindar dari covid-19.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Ratusan pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kota Probolinggo antusias mengikuti vaksinasi, Senin (30/8/2021). Vaksinasi pada pelajar yang usianya di atas 12 tahun ini dimaksudkan untuk membentuk kekebalan tubuh mengantisipasi penularan covid-19.

Vaksinasi yang digelar di gedung madrasah yang ada di Jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran ini melibatkan 3 pusat kesehatan sekaligus. Yakni, Puskesmas Kanigaran, Puskesmas Jati, dan PMI Kota Probolinggo.

Baca Juga : Tekan AKI-AKB, 76 Persen Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tongas Sudah Divaksin

Dalam pantauan tadatodays.com, ratusan pelajar yang didampingi orangtuanya masing-masing itu tampak tertib menunggu giliran divaksin. Meski pesertanya ratusan, namun kegiatan itu tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Mulai dari mengenakan masker, menjaga jarak, sampai memanfaatkan tempat cuci tangan.

Baca Juga : Tekan AKI-AKB, 76 Persen Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Tongas Sudah Divaksin

SKRINING: Petugas kesehatan tak langsung menyuntikkan vaksin pada siswa-siswi MTs Negeri Kota Probolinggo. Para siswa harus menjalani tes kesehatan sebelum dinyatakan benar-benar aman menerima suntikan vaksin.

Kepala MTs Negeri Kota Probolinggo Drs. Tawin, M.Pd saat ditemui tadatodays.com menyampaikan, sebelum melakukan vaksinasi, sekolah terlebih dahulu meminta persetujuan wali murid. Tercatat, 92 persen wali murid menyetujui vaksinasi pada anak mereka dalam google form yang disediakan pihak madrasah.

“Dari angket yang kami sebar di google form, 92 persen para orang tua menyatakan setuju. Rata-rata yang tidak setuju alasannya karena sudah divaksin di tempat lain. Alasan kedua  umurnya belum genap 12 tahun,” terangnya. Total ada 600 siswa yang divaksin dari 892 jumlah siswa keseluruhan.

TERTIB: Para siswa dan siswa MTs Negeri Kota Probolinggo menunggu giliran untuk divaksin dengan tertib. Total ada 600 siswa dan siswa yang mengikuti vaksinasi.

Walaupun bukan syarat utama ditambahi pelaksanaan pembelajaran tatap muka, vaksinasi yang dilakukan masif oleh pihak madrasah, menunjukkan kesiapan MTs Negeri Kota Probolinggo dalam menggelar pembelajaran tatap muka. Terlebih, para guru dan tenaga pendidik di madrasah tersebut juga telah divaksinasi 100 persen.

“Vaksinasi memang bukan syarat untuk bisa menggelar pembelajaran tatap muka. Namun kami sangat bersyukur, baik tenaga pendidik maupun siswa kami sudah divaksin semuanya. Kami siap untuk menggelar tatap muka, karena sarana dan prasarana prokes telah kami siapkan semuanya,” kata Tawin.

Sementara itu, Devina Putro Ramadhani, siswa kelas 7c ini mengaku berani divaksin karena tidak ingin terpapar covid-19. Apalagi, keluarganya juga telah divaksin semua. “Saya sama sekali tidak takut. Kedua orang tua sudah divaksin dan terbukti aman. Kalau sudah divaksin, tidak lama lagi kita akan kembali bersekolah,” ujar Devina.

SUDAH DIVAKSIN: Siswa MTs Negeri Kota Probolinggo menunjukkan kartu vaksin setelah divaksinasi oleh petugas kesehatan. Mereka berharap setelah divaksin bisa mengikuti pembelajaran tatap muka.

Hal senada diungkapkan Afif Fikriy, siswa kelas 7 Tahfid 1. Ia mengatakan, usai divaksin tidak merasakan keluhan apa-apa. Selesai divaksin, ia sangat berharap bisa kembali bersekolah dan bertemu dengan teman-temannya lagi. Ia juga mengajak teman seusianya untuk tidak takut di vaksin. “Ayo jangan takut untuk divaksin, biar kita cepat bisa sekolag lagi,” katanya.

Seperti diketahui, untuk mempercepat target vaksinasi, Pemkot Probolinggo mulai menyasar pelaksanaan vaksinasi pada pelajar. Kendati demikian, pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan prokes selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Yakni, dengan menerapkan 6M. Mulai menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, serta mengikuti vaksinasi. (*/mel/sp)