Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-03 16:11:34

RDP Bahas Proyek Pasar Baru Memanas, Ketua Komisi III: Banyak Kebohongan!

MEMANAS: Komisi III DPRD Kota Probolinggo berkali-kali menggelar RDP membahas proyek Pasar Baru. Bahkan, saat RDP pada Rabu (3/11), Ketua Komisi III Agus Riyanto sampai geram. Ia menyebut bahwa penjelasan eksekutif dan rekanan penuh dengan kebohongan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pembangunan Pasar Baru di Kota Probolinggo menjadi atensi Komisi III DPRD setempat. Pasalnya, pembangunan yang hampir 4 tahun ini tidak memenuhi target penyelesaian. Bahkan saat RDP membahas proyek Pasar Baru, Ketua Komisi III Agus Riyanto sampai geram dan bikin suasana memanas.

RDP Komisi III membahas proyek Pasar Baru itu digelar pada Rabu (3/11/2021). Rapat tersebut dihadiri Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPR Perkim), serta Kontraktor Pelaksana yakni CV. Rollas.

Baca Juga : DPRD dan Pemkot Probolinggo Sahkan APBD 2022, F-NasDem: Inkonstitusional!

Kontraktor Pelaksana CV Rollas, Fandi Harnafia menyebutkan pihaknya mengalami kendala dalam proyek Pasar Baru. Pasalnya, konsultan pengawas tidak menyetujui usulan material dari kontraktor. “Saat itu sudah membawa contoh material yang disiapkan," katanya.

Baca Juga : Kritisi Proyek RS Baru, Pendemo Sebut Dokel Hasil Copy Paste

Selain itu, Fandi menuturkan hasil pembangunan material sementara ini, masih dilakukan uji laboratorium di Institut Teknologi Nasional Malang. “Tidak tahui kapan hasil lab selesai,” kata Fandi.

Sementara, pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) DPUPR-Perkim, Rahman Kurniadi mengatakan berdasarkan hasil pembahasan RDP ini nantinya akan digunakan sebagai masukan untuk DPUPR-Perkim.

Rahman Kurniadi mengatakan bahwa pihaknya akan mengintensifkan fungsi pengawasan pembangunan Pasar Baru. Mulai dari pelaksanaan proyek dan konsultan pengawas yang kurang intens. "Hasil ini menjadi koreksi kami," ucapnya.

Selain itu, pihaknya memastikan dan menjamin jika pengawasan dan pelaksanaan. "Kita menjamin pekerjaannya masih bisa untuk dikejar sampai penyelesaian," ujar Rahman.

Dari RDP itu, Ketua Komisi III Agus Riyanto mengaku kesal. Pasalnya, jawaban kontraktor saat anggota DPRD yang bertanya terkait penyelesaian Pasar Baru, dinilai tidak benar. "Banyak kebohongan," tuturnya.

Beberapa minggu lalu, kata Agus, anggota DPRD yang melakukan sidak di Pasar Baru menemukan tanah urugan yang tidak diuruk dan malah diberi koral.

Ditemukan fakta, pekerjaan tidak sesuai dengan konsultan perencana. "Bilang lagi mau dikasih tanah untuk disesuaikan spesifikasi, ternyata masih menunggu haisl lab. Ditambah target penyelesaian 40 persen, belum rampung," ujar Agus.

Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini menuturkan bahwa Komisi III mengeluarkan rekomendasi. Yakni pekerjaan perlu adanya penambahan SDM untuk mengejar target P1.

Rekomendasi selanjutnya yakni, penambahan waktu pengerjaan, dan seluruh dokumen dan hasil laboratorium dikirim ke Komisi III agar sama-sama bisa mengawasi. "Pekerjannya ini memakan waktu sudah hampir 4 tahun," katanya. (ang/don)