Tadatodays


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-18 21:12:54

Rembug Kesehatan Rampung, Kelompok Potensial Diminta Aktif Mengedukasi Masyarakat

MATERI: Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo menghadirkan dua orang pemateri dalam kegiatan Rembug Kesehatan di hari kedua. Yakni Nailur Rahmi dan Sunarwan, S.Kep, Nes. Dari penjelasan pemateri, peserta pun aktif bertanya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Diskusi kelompok di hari kedua dalam kegiatan Rembug Kesehatan tahun 2021 gelaran Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, kembali digelar, Rabu (17/11/2021). Kegiatan ini bertempat di Hall Orin Resto, Jalan Panjaitan Kota Probolinggo, dan dihadiri seratus orang peserta dari lintas instansi dan organisasi.

Peserta terdiri dari Puskesmas, TP PKK Pokja IV Kota Probolinggo, Ketua dan Kader PKK tingkat Kecamatan dan Kelurahan, Kader Posyandu, Kader Taman Posyando (Tapos), Pendamping Tapos, Promkes, Gizi, Kecamatan, Kelurahan.

Baca Juga : Puskesmas Ranugedang Libatkan Siswa untuk Menyosialisasikan Germas

Lalu, Paguyuban Pasar Wonoasih, Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Probolinggo, Saka Bhakti Husada, Muhammadiyah, Aisyiyah, PCNU, PC Fatayat NU, Klinik NU, Poskestren, dan Pendamping Poskestren.  

Baca Juga : Puskesmas Ranugedang Libatkan Siswa untuk Sosialisasikan Germas

Para peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok pertama diketuai oleh Eni dari Kelurahan Jati. Kelompok dua diketuai Heri Sunarko.

Lalu, kelompok tiga dengan ketua Ilul Ghofur, dan kelompok empat diketuai Sulistyo Triantono dari Puskesmas Ketapang. Sementara kelompok lima diketuai Ridoi dari Poskestren Triwung Lor.

DOOR PRIZE: Bagi peserta yang aktif bertanya, Dinas Kesehatan PPKB memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Diharapkan , pengetahuan yang didapat peserta selama kegiatan Rembug Kesehatan bisa mengedukasi masyarakat sekitar.

Masing-masing kelompok mengusulkan seabrek kegiatan dalam empat tema besar kegiatan yang dirancang Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo. Yakni, Vaksinasi Covid-19, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Sanitasi untuk Penurunan Stunting, dan Open Defecation Free (ODF).

Diskusi kelompok ini dimulai usai pemaparan materi oleh dua orang pemateri. Pertama, oleh Nailur Rahmi dari Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga pada Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo. Nailur memaparkan terkait peran program sanitasi untuk penurunan stunting di Kota Probolinggo.

Pemateri kedua oleh Sunarwan S.Kep Nes, dari UPTD Puskesmas Sukabumi. Perawat senior ini menyampaikan materi tentang vaksin Covid-19.

Dalam diskusi kelompok ini terbagi menjadi empat kelompok, dari seratus orang peserta yang hadir. Tiap kelompok beranggotakan antara 15 sampai 25 orang.

Nah, untuk mengetahui usulan kelompok dalam kegiatan Rembug Kesehatan 2021 gelaran Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, lihat grafis di bawah ini;

Usulan dari setiap kelompok itu kemudian ditanggapi oleh dua pemateri, Nailur Rahmi dan Sunarwan S.Kep Nes.

Seperti usulan dari kelompok dua dan kelompok tiga, yang menginginkan agar kegiatan vaksinasi kembali dilakukan secara door to door. Sunarwan mengatakan, bahwa vaksinasi dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga sudah dilakukan. “Bisa kita galakkan lagi kegiatan tersebut,” kata Sunarwan.

Lalu, kegiatan sosialisasi pentingnya sanitasi yang mampu menurunkan angka stunting diusulkan oleh kelompok empat, dan sosialisasi jamban sehat diusulakan oleh kelompok lima direspons oleh Nailur Rahmi.

Nailur menyampaikan bahwa sosialisasi usulan kegiatan kelompok empat dan lima tersebut terus dilakukan. Dengan adanya kegiatan Rembug Kesehatan ini, ia berharap agar peserta berperan aktif untuk ikut menyosialisasikannya. “Setiap kelompok masyarakat potensial agar menindaklanjuti kegiatan hari ini,” ujarnya.

Nah, dengan selesainya kegiatan Rembug Kesehatan dengan tema “Fasilitasi Pengabdian Masyarakat dalam Pelaksanaan Perilaku Hidup Sehat (PHBS) Melalui Kelompok Potensial”, Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo berharap agar kelompok potensial yang terlibat dalam diskusi kelompok mampu mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (redaksi)