Reses di Probolinggo, Anggota DPR RI Dini Rahmania Soroti Haji dan Umrah di Tengah Perang

Hilal Lahan Amrullah
Hilal Lahan Amrullah

Tuesday, 10 Mar 2026 07:57 WIB

Reses di Probolinggo, Anggota DPR RI Dini Rahmania Soroti Haji dan Umrah di Tengah Perang

RESES: Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania saat reses bersama PWI Probolinggo Raya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pelaksanaan ibadah haji dan umrah tahun 2026 di Indonesia disorot anggota Komisi VIII DPR RI Hj Dini Rahmania. Sejak pecah perang pada 28 Ferbruari lalu, sedikitnya 58 ribu jamaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi. Namun, beruntung para jamaah umrah asal Indonesia berangsur-angsur pulang ke tanah air tanpa kendala.

"Memang mereka (jamaah, red) sempat tertinggal. Di sini pemerintah harus bisa memastikan keamanan mereka, dari berangkat sampai kembali ke tanah air. Bahkan untuk selanjutnya itu masih saja ada jamaah umrah yang memang terbang, dan juga dipastikan aman" tutur Dini Rahmania saat reses bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya, di Pujasera Namira, Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (9/3/2026).

Dini menambahkan, para jamaah umrah tersebut terbang ke Arab Saudi itu ada yang sampai memutar rutenya untuk keamanan. Pasalnya, ada beberapa airlines yang memang dikatakan aman dan tidak ada penundaan keberangkatannya. "kebetulannya memang ada sedikit keterlambatan terutama pada saat satu dua hingga tiga hari aaat awal-awal perang, tapi saat ini sudah lancar," jelasnya.

Legislator perempuan ini mewanti-wanti terkait faktor keamanan ini menjadi salah satu yang diperhatikan olehnya. Artinya, jangan sampai sebagai mana di musim haji tahun lalu pesawat Saudi terjadi teror bom sampai harus mendarat.

"Nah itu juga semuanya harus dikontrol penerbangannya atau travelnya, kalau kemudian musim Haji kemarin ada dramanya. Di sini mohon pemerintah sudah menyiapkan mitigasi dan langkah-langkah yang dapat mencegah kemungkinan terburuk terjadi dan insyaallah semoga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga pelaksanaan umrah maupun ibadah haji tahun 2026 tidak terkendala apapun," tegasnya.

Ketua Yayasan Pondok Hati Probolinggo itu mengungkapkan bahwa memang kemarin sempat ada isu penundaan ibadah haji. Jika tidak ingin ditunda, DPR meminta penerbangannya aman. Cari rute penerbangan yang terbaik agar tidak melewati jalur rudal.

“Kemudian juga kita meminta Kementerian Haji dan Umrah untuk menjalin komunikasi dengan KBRI di Arab Saudi dengan mengupdate informasi situasi tempat ibadah haji maupun umrah. Termasuk dengan kesiapan petugas hajinya saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan itu kemudian harus bagaimana. Jadi kita sudah bisa memitigasi," ujar Dini. (hla/why)


Share to