Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-05-25 18:50:00

Retribusi Tetap Ditarik, Tapi Kondisi Pasar Kebonagung Rusak Tak Terawat

KUMUH: Beginilah kondisi Pasar Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Atap akses jalan pengunjung rusak, serta sebagian lapak yang tak ditempati dibiarkan kotor.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pasar Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo tidak terawat. Terlihat, beberapa fasilitas yang ada di dalamnya rusak, salah satunya adalah atap akses jalan pengunjung yang terbuat dari asbes plastik bening, berkerangka besi sudah mulai rusak.

Dari pantauan tadatodays.com, Selasa (25/5/2021) siang, asbes plastik yang digunakan sebagai pelindung dari terik matahari dan hujan itu terlihat sudah banyak yang hilang. Yang tersisa hanya tinggal sepotong-sepotong, namun sudah lapuk dan tak layak pakai.

Baca Juga : Tas Berisi Uang Rp 6 Juta Milik Pedagang Boncengan Motor Hilang, Diduga Dicuri Pembeli

Asbes tersebut berada di antara lapak-lapak toko pasar yang saling berhadapan. Tak hanya asbes, terpantau juga  lapak yang tak pernah dipakai alias terbengkalai.

Baca Juga : Pedagang Resah Harga Bawang Merah Turun hingga Rp 6 Ribu Kilogram

Sholehudin, pedagang pasar setempat mengatakan, rusaknya asbes tersebut disebabkan karena diterpa angin kencang. Namun hingga saat ini tidak ada perbaikan.

Beruntung saja, rusaknya asbes itu hingga sampai saat ini belum sampai mengenai orang. Baik pembeli ataupun penjual yang berlapak di area asbes tersebut. "Sudah sekitar tiga tahunan yang rusak," katanya, saat ditemui di sela-sela dagangan soto miliknya.

Sampai saat ini, tidak ada upaya perbaikan dari Pemkab Probolinggo. Padahal para pedagang tetap ditarik restribusi setiap harinya. Menurut Sholehudin, seharusnya pihak pasar sudah mengetahui kerusakan itu dan bisa segera memperbaikinya.

Ia juga mengatakan kalau lapak di gang nomor dua dari arah selatan itu memang tidak banyak yang menempati. Total hanya ada empat lapak dari sebelah barat yang ditempati, namun sisanya sekitar 6 lapak ke timur tidak ada yang menempati. "Yang nempatin itu yang ngerawat," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, Taufik Alami, saat dikonfirmasi mengatakan kalau ia masih mengikuti diklat di Surabaya. "Monggo dihubungi kabid pasar," tulisnya melalui pesan singkat whatsapp, sembari mengirim nomor handphone kabid pasar.

Sedangkan, Kabid Pasar pada Disperindag setempat Andi Wiroso, saat dikonfirmasi melalui panggilan seluler tidak mengangkat. Dan, pesan singkat whatsapp tak dibalas. (zr/don)