Revitalisasi Pasar Besar Kota Pasuruan Rampung, Pedagang Bakal Tempati Lapak sebelum Ramadan

Amal Taufik
Monday, 05 Jan 2026 15:51 WIB

REVITALISASI: Lapak ikan di komplek Pasar Besar Kota Pasuruan setelah direvitalisasi.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Revitalisasi Pasar Besar Kota Pasuruan rampung. Pemkot mengestimasi pedagang yang sebelumnya direlokasi bisa menempati kios dan lapak sebelum ramadan.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan memastikan pekerjaan fisik proyek telah selesai 100 persen. Saat ini, bangunan fisik dalam masa pemeliharaan.
Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Pasuruan Slamet Riyadi menyampaikan bahwa tahapan pemeliharaan menjadi krusial sebelum pasar dioperasikan kembali secara penuh. Pemeriksaan dilakukan terhadap kios, los, hingga sarana pendukung lainnya. “Fokus kami sekarang memastikan kualitas bangunan dan fasilitasnya. Secara fisik sudah selesai,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Seiring rampungnya revitalisasi, Pemkot Pasuruan mulai menyusun skema pengembalian pedagang ke lapak masing-masing. Targetnya, aktivitas perdagangan sudah kembali berjalan sebelum bulan puasa, yang selama ini menjadi momentum peningkatan transaksi.
Menurut Slamet, kepastian waktu masuk pedagang akan disesuaikan dengan hasil evaluasi teknis di lapangan. Sementara itu, rencana peresmian pasar masih menunggu keputusan pimpinan daerah.


Revitalisasi Pasar Besar didanai melalui Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan nilai anggaran sekitar Rp6,4 miliar. Proyek ini diarahkan untuk meningkatkan fungsi pasar rakyat agar lebih tertata, aman, dan nyaman.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah area pasar kini tampil lebih representatif. Perbaikan menyasar los daging, kios konveksi, los aksesori, hingga kios hasil bumi. Fasilitas umum seperti toilet, musala, kanopi, serta sistem hydrant juga telah diperbarui.
Selama proses pembangunan, sebanyak 203 pedagang terdampak dan harus direlokasi sementara ke beberapa titik di dalam kawasan Pasar Besar. Pemkot memastikan seluruh pedagang tersebut akan kembali difasilitasi sesuai zonasi sebelumnya.
"Harapan kami Pasar Besar tak sekadar menjadi pusat jual beli, tetapi juga mampu bersaing dengan pusat perdagangan modern tanpa meninggalkan karakter pasar tradisional," imbuh Slamet. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)