Ribuan Warga Miskin Ekstrem di Pasuruan Digelontor Bantuan Pemprov Jatim Rp 2,25 M

Amal Taufik
Tuesday, 17 Feb 2026 18:46 WIB

BANTUAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pemprov Jatim menggelontorkan bantuan untuk warga miskin ekstrem di Kabupaten Pasuruan. Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Nyawiji Ngesthi Wenganing Gusti, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 7.735.250.000. Dana itu mencakup bantuan sosial reguler, biaya operasional (BOP), tali asih untuk pilar sosial, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Khofifah mengatakan, bantuan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi penyangga kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian warga. “Semoga bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya secara bijak dalam rangka pengentasan kemiskinan, meningkatkan kemandirian dan kewirausahaan,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Jatim, alokasi terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus yang menyasar 1.747 keluarga penerima manfaat. Masing-masing keluarga menerima Rp 2 juta dengan total anggaran lebih dari Rp 3,49 miliar. Selain itu, bantuan kemiskinan ekstrem disalurkan kepada 1.503 jiwa dengan nominal Rp 1,5 juta per orang atau total sekitar Rp 2,25 miliar.

Bantuan juga diberikan kepada kelompok rentan lainnya, seperti penyandang disabilitas, penerima KIP Putri Jawara, serta KIP PPKS Jawara. Di sisi lain, dukungan turut menyasar 182 pilar sosial yang terdiri dari Tagana, TKSK, dan pendamping SDM PKH Plus.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyinggung pada persoalan validitas data penerima bantuan, terutama terkait penghapusan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan. “Per Januari 2026, jumlah penghapusan kepesertaan PBI mencapai 1.480.380 orang. Ini bukan angka kecil, sehingga pendampingan dan mitigasi data harus dilakukan secara cermat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyatakan dukungan Pemprov Jatim menjadi penguat upaya penanganan kemiskinan di daerahnya. Ia berharap sinkronisasi data antara pemerintah kabupaten dan provinsi terus diperbaiki agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran. “Kami optimistis kolaborasi ini dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujarnya. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)