Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-16 12:47:11

RSUD Sudah Pulangkan Semua Korban Jembatan Ambruk

KORBAN: Salah satu korban jembatan gantung Kregenan yang ambruk pada Jumat (9/9/2022) lalu saat masih dirawat di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Kini semua korban jembatan ambruk yang sempat dirawat di RSUD, telah dipulangkan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Korban ambruknya jembatan Kregenan Jumat (9/9/2022) lalu, telah dipulangkan seluruhnya oleh pihak RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Bahkan sebagian besar dari mereka sudah kembali masuk sekolah.

Hal itu diungkapkan Humas RSUD Waluyo Jati Wiwik, Jumat (16/9/2022). Menurutnya, semua korban sudah dipulangkan. Yang terakhir dipulangkan adalah dua korban yang sempat menjalani operasi.  Keduanya dipulangkan pada Selasa (14/9/2022). "Yang lain-lain sudah pulang secara bertahap sebelum mereka," terangnya.

Baca Juga : Masuk Sekolah Pasca Jembatan Ambruk, SMPN 1 Pajarakan Gelar Trauma Healing

Dua orang yang dipulangkan terakhir adalah Muhammad Ibnu Rafi, warga Dusun Stasiun RT 2 – RW 2, dan Hasan Firmansyah, warga Dusun Kaungan, RT 2 - RW 1, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan. Rafi mengalami luka di lengan kiri. Sedangkan Hasan mengalami luka  di pergelangan tangan kiri, siku kiri, pinggul kiri dan tulang belikat kiri.

Baca Juga : Lewat Operasi 5 Jam, Dua Siswa Korban Jembatan Ambruk Membaik

Wiwik menyatakan tidak tahu persis siapa saja yang masih perlu kontrol. Namun menurutnya, yang diutamakan perlu kontrol adalah dua orang yang telah dioperasi. "Kalau seperti luka ringan dan sembuh, tidak perlu dikontrol," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa dan guru SMPN 1 Pajarakan menjadi korban ambruknya jembatan gantung Kregenan, Jumat lalu. Jembatan tersebut ambruk saat dilintasi para siswa dan guru SMPN 1 Pajarakan dalam rangka jalan sehat Hari Olahraga Nasional. Dari puluhan orang yang jatuh ke dasar sungai, 16 siswa dan guru harus dirujuk ke RSUD Waluyo Jati.

Sementara itu, guru SMPN 1 Pajarakan Nur Jazilah  mengatakan kalau sebagian besar siswa yang menjadi korban sudah masuk seperti biasa. Termasuk guru bernama Dia Irma Susanti, juga sudah mengajar seperti biasa.

"Tinggal yang pernah menjalani operasi yang belum masuk," katanya. Pihaknya memberi dispensasi untuk tidak masuk sekolah terlebih dulu kepada dua siswa yang pernah dioperasi tersebut. Keduanya diberi kesempatan untuk istirahat hingga sembuh total. (zr/why)