Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-09 19:14:15

Rumah Ini Selamat dari Terjangan Lahar Gunung Semeru, Ini Amalan Pemiliknya

TERHINDAR: Rumah milik Wagiman di Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, terbebas dari timbunan abu vulkanik Gunung Semeru. Ia pun bersyukur, dan tak ingin meninggalkan kampungya itu.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Hampir semua rumah di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, tertimbun abu vulkanik saat Gunung Semeru erupsi. Ada yang tertimbun separo, ada pula yang sudah tertimbun keseluruhan.

Tetapi ada satu rumah di dusun tersebut yang masih berdiri kokoh, seakan tidak ada awan panas guguran dari Gunung Semeru di dusun tersebut.

Baca Juga : Tidak Ada Korban, Awan Panas Guguran Semeru Terhenti di Gumukmas

Rumah tersebut diketahui milik Wagiman, 45. Saat ditemui di rumah saudaranya di Kampung Renteng bagian utara sungai, Wagiman mengatakan kalau semua itu merupakan Kuasa dari Ilahi.

Baca Juga : Komunitas Cat Rescue Selamatkan Kucing di Kawasan Erupsi Gunung Semeru

Namun saat ditanya mengenai kesehariannya, ia mengaku kalau setiap selesai salat magrib selalu membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali. "Al-Ikhlas sebanyak 21 kali," terangnya pada tadatodays.com, Kamis (9/12/2021).

Selain itu, ia juga dikenal ramah dan baik terhadap warga sekitar. Saat ditanya kebaikannya kepada warga, Wagiman mulanya enggan untuk menjawab. Namun pada akhirnya ia menjelaskan kepada tadatodays. Wagiman mengaku saban harinya ia tidak berat tangan untuk memberi bantuan apa yang dibutuhkan tetangganya.

Salah satu contohnya, ikan dari kolam miliknya yang selamat dari abu vulkanik diberikan kepada warga secara cuma-cuma. Jika ada warga yang hendak membayar, ia langsung menolaknya. Ada juga ikan nila dan mujair yang diberikan kepada warga sekitar. "Mungkin amalan itu saja," ujarnya.

Wagiman menceritakan kalau saat terjadi erupsi, ia sedang berada di atas pohon kelapa miliknya. Seketika ia melihat ke arah barat, dan melihat Gunung Semeru mengeluarkan asap. Ia pun langsung turun dan memanggil istri dan ketiga anaknya untuk menyelamatkan diri.

Mereka berempat langsung melarikan diri dengan menggunakan motornya. Sekeluarga itu kemudian langsung menuju Kecamatan Pasirian untuk berlindung. "Alhamdulilah semua selamat," ujarnya.

Meski banyak rumah yang terendam abu vulkanik, tapi Wagiman mengaku tetap akan kembali ke rumahnya ketika kondisi sudah mulai normal. “Sudah cinta tempat tinggal, sehingga tidak ada niatan untuk berpindah,” tuturnya. (zr/don)