Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-04 00:39:10

Rumah Kepala DLH Juga Digeledah KPK. Kaitan Kasus Jual Beli Jabatan Atau Kasus Lain?

GELEDAH: Sejumlah petugas KPK tampak berada di depan rumah Kepala DLH Dwijoko Nurjayadi, Perumahan Grand Royal, Jalan Mastrip Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar memanfaatkan waktunya selama berada di Probolinggo, untuk mencari barang bukti tambahan terkait kasus dugaan jual beli jabatan Penjabat (Pj) kades. Selain itu, KPK juga menggeledah rumah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi. Apakah ada kaitannya penggeledahan rumah Kadis DLH itu dengan kasus jual beli jabatan Pj kades?.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari KPK terkait digeledahnya rumah Dwijoko, di Perumahan Grand Royal Jl. Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Jika dikaitkan dengan kasus jual beli jabatan Pj kades, maka tupoksi Dwijoko sebagai kepala DLH tentu tidak ada kaitannya.

Baca Juga : Sekda dan Kepala PMD Pemkab Diperiksa 9 Jam, KPK Bawa 2 Koper

Diketahui, penggeledahan di rumah mantan Kepala Dinas Satpol PP itu dimulai sekitar pukul 16.00 sampai 20.00 WIB.

Baca Juga : Setelah Rumahnya Digeledah, Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dipanggil KPK

Dari penggeledahan itu, tim KPK tampak membawa sebuah koper dari rumahnya dalam penggeledahan tersebut. Selanjutnya, mereka pergi meninggalkan rumah tersebut dengan mengendarai mobil Innova.

Sementara dalam kasus dugaan jual beli jabatan Pj kades, KPK telah menetapkan status tersangka terhadap 22 orang. Di antaranya, Bupati Probolinggo non-aktif Puput Tantriana Sari dan suaminya yang merupakan anggota DPR RI Hasan Aminuddin, Camat Paiton Muhamad Ridwan dan Camat Krejengan Doddy Kurniawan.

Lalu, 18 orang lainnya merupakan ASN yang dikabarkan akan mengisi jabatan Pj kades di beberapa desa. Tapi KPK mengendus dugaan praktik suap dalam rencana pengisian Pj kades tersebut, hingga dilakukan OTT. (ang/don)