Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-03 20:16:35

Rumah Sriati Akhirnya Teraliri Listrik, Biaya Ditanggung Kas RW

PEDULI: Warga sekitar rumah Sriati berinisiatif memasang listrik. Biaya listrik tersebut akan dibayar melalui kas RW setempat. Harapannya, keluarga tersebut bisa menikmati aliran listrik kembali.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Rumah Sriati, 54, warga Jl. KH Ilyas, RT 5/RW 1 Keluruhan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo akhirnya teraliri listrik. Itu setelah warga setempat sepakat untuk mengalokasikan kas RW demi membiayai kebutuhan tersebut.

Hal itu disampaikan Agus, 52, Ketua RW 1 setempat pada tadatodays.com, Rabu (3/3/2021). “Nanti biaya listriknya dari kas RW,” terangnya. Ia mengatakan, sebelum diputus, rumah Sriati pernah dialiri listrik.

Baca Juga : Gempa Terasa Hingga Probolinggo, Pengunjung Pusat Perbelanjaan Berhamburan

Namun, karena tidak kuat membayar tagihannya, Sriati dan suaminya, Rohadin, mencabut kabel saluran listrik tersebut. Maklum, untuk membiayai kebutuhan sehari-hari saja, pasangan suami istri itu masih kekurangan.

Baca Juga : Wujudkan Generasi Emas 2045, SMAN 2 Probolinggo Mengoptimalkan Pendidikan Imtaq dan Iptek

Terkait dengan bantuan, Agus mengaku jika pasutri tersebut pernah mendapat bantuan dari Dinas Sosial. Hanya saja, mereka tidak mau mengambilnya lantaran malu. Karena itu, bantuan tersebut diantar petugas ke rumahnya.

Saat ditemui tadatodays.com, Sriati yang sebelumnya mengatakan tak pernah menerima bantuan, akhirnya mengakui. “Pernah menerima ya sembako,” katanya. Dalam kesempatan itu, Rohadin juga tampak hadir di rumah tersebut. Sebelumnya, Sriati mengaku jika suaminya memang jarang pulang.

Diberitakan tadatodays.com, hidup Sriati selama ini memprihatinkan. Tinggal di rumah tak layak huni dan hidup serba terbatas, ia masih harus menanggung hidup cucunya yang berkebutuhan khusus.

Selama ini, Sriati dan keluarganya juga tingga di rumah semi permanen berukuran 5x10 meter dengan kondisinya lembab. Tak ada aliran listrik, bahkan terhitung sudah 10 tahun. Bau tak sedap menyeruak ketika pintu rumah berlantai semen ini dibuka.

Di rumah itu, Sriati tinggal bersama anak dan cucunya. Anak pertama yaitu Eni Sujiati, namun telah meninggal dunia 2013 silam. Anak keduanya yakni Mochammad Dandi, 23. Eni Sujiati meninggalkan satu anak bernama Slamet Nur Rohman, usia 8 tahun.

Nah, kondisi Slamet Nur Rohman yang akrab dipanggil Ainur ini memprihatinkan. Tumbuh kembangnya tidak seperti anak pada umumnya. Hal itu mulai dirasakan sejak Ainur usia 2 tahun. Bicaranya masih terbata-bata dan menderita katarak.

Ironisnya lagi, Budiman, ayahnya, meninggalkan rumah sejak 2017. Karena itu, Ainur diasuh oleh neneknya. Derita Sriati tak berhenti sampai di situ. Sang suami, Rohadin, 59, jarang pulang. Menurut Sriati, suaminya selama ini kerja sebagai abang becak.

Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Sriati mengaku mengandalkan uluran tangan tetangga. Pendapatan Mochammad Dandi yang bekerja serabutan tak cukup memenuhi kebutuhan rumah sehari-hari. (ang/sp)