“Sahabat Pohon”, Gerakan Satu Orang Menanam Satu Pohon, Diinisiasi DLH Kota Probolinggo

Amelia Subandi
Amelia Subandi

Wednesday, 28 Jan 2026 16:01 WIB

“Sahabat Pohon”, Gerakan Satu Orang Menanam Satu Pohon, Diinisiasi DLH Kota Probolinggo

TANAM: Wali Kota dr Aminuddin didampingi Kadis DLH Retno Wandansari menanam pohon Bungur.

Wali Kota: Pohon adalah Sumber Kehidupan

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pohon merupakan sumber kehidupan. Namun sayang, ada sejumlah daerah yang kebutuhan pohonnya masih terbatas, termasuk di Kota Probolinggo. Karena itu, Pemkot Probolinggo berusaha melestarikan penanaman pohon di berbagai tempat untuk menyukseskan program “Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon”.

Dalam implementasinya gerakan penanaman pohon perlu peran serta masyarakat untuk menjaga lingkungan. Demi mendorong gerakan tersebut, Pemkot Probolinggo menggelar penanaman pohon bersama berbagai instansi, di antaranya Baznas, lembaga pendidikan, Bank Jatim, PLN, dan perusahaan swasta, dengan menggelar kegiatan “Sahabat Pohon (Sehatkan Alam, Hijaukan Bumi Lewat Tanam Pohon)” yang digelar pada Rabu (28/1/2026) pagi.

Apel diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari jajaran kepala perangkat daerah, para camat, anggota Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, pimpinan perusahaan serta para pegiat lingkungan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo ini dilakukan dengan menanam sejumlah pohon kehidupan lokal jenis Bungur dan Tabaebuya ditanam di sepanjang jogging track Maramis–Gladak Serang Kota Probolinggo. Jenis pohon yang dipilih memiliki akar tunggang yang dalam sehingga tidak merusak paving, sekaligus berfungsi sebagai tanaman peneduh dan tutupan lahan. Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon jambu mente dan asem sebagai upaya peremajaan pohon yang telah berusia tua.

Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandansari mengungkapkan, penambahan tanaman baru dilakukan bertahap. Pihaknya, ingin mengajak masyarakat, untuk memperdulikan lingkungan. Hari ini yang ikut terlibat, yang pertama infaq dari baznas 100 pohon bungur.

SAMBUTAN: Dalam sambutannya, Wali Kota dr Aminuddin menyampaikan pohon sebagai sumber kehidupan.

Kemudian, suksesnya kegiatan penanaman ini juga bersama dengan beberapa pihak. Di antaranya, Pegadaian, Bank Jatim, PLN, PT Eratex Djaja, sehingga harapan kedepan bukan cuma masyarakat, tetapi perusahaan-perusahaanjuga turut berperan dalam melestarikan penanaman pohon.

“Kalau bisa, arahan bapak wali kota, 1 orang menanam 1 pohon. Sehingga populasi kita yang pohon hanya 12.500 sampai saat ini, nanti bisa bertambah. Minimal targetnya 250.000 pohon. Sehingga, udara oksigen kita semakin banyak, masyarakat bisa lebih sehat,” kata Kepala DLH Retno Wandansari.

Sementara itu, Wali Kota Aminuddin yang bertindak sebagai pembina apel menegaskan bahwa kebutuhan pohon di Kota Probolinggo masih jauh dari ideal. “Di Kota Probolinggo dibutuhkan sekitar 250 ribu pohon, karena secara ideal satu orang membutuhkan satu pohon. Saat ini, pohon yang tersedia baru sekitar 12.500,” ungkapnya.

Menurut Wali Kota, tutupan pohon di Kota Probolinggo belum memenuhi standar ideal 30 persen ruang terbuka hijau. “Pohon adalah sumber kehidupan. Ia menjadi penghasil oksigen, tempat burung bersarang sekaligus indikator kualitas lingkungan,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberadaan burung dapat menjadi penanda sederhana kondisi lingkungan. “Kalau di suatu wilayah tidak terdengar burung, itu tandanya pohonnya masih kurang. Semakin banyak pohon, semakin banyak burung dan itu menandakan lingkungan yang sehat,” jelas Wali Kota.

Wali Kota juga mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat dengan menggaungkan gerakan satu orang satu pohon, termasuk di sektor pendidikan. “Kami dorong satu murid satu pohon. Dengan begitu, akan ada tambahan ribuan pohon baru ke depan,” ujarnya.

PEDULI: Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr Evariani turut menanam pohon dalam gerakan satu orang menanam satu pohon (sahabat pohon).

Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai manfaat pohon, mulai dari peningkatan oksigen, dukungan terhadap ekosistem hewan, hingga fungsi biopori alami yang mampu menyerap air hujan dan mengurangi risiko genangan maupun banjir, terutama di tengah cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan akibat pengaruh siklon. “Kalau masih ada genangan air, itu tanda pohonnya masih kurang. Pohon adalah solusi alami bagi lingkungan dan cadangan air tanah,” pesannya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan proses penanaman pohon bungur yang telah diberi penanda nama masing-masing pejabat, mulai dari wali kota, ketua TP PKK, anggota Forkopimda hingga pimpinan perusahaan. Wali Kota Aminuddin tampak menanam langsung pohon bungur.

Tak hanya itu, wali kota juga meninjau area persawahan di sepanjang jogging track sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer yang terhubung hingga Gladak Serang. “Nanti akan kita jadikan juga di sini sebagai salah satu destinasi wisata air. Potensinya besar, termasuk pengembangan kuliner berbasis hasil tanaman masyarakat seperti jagung, pisang, singkong, dan sukun,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi sahabat alam, bersama-sama menjaga lingkungan dan menghijaukan bumi demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan. (*/mel/why)


Share to