Santri Genggong Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Hoax

Hilal Lahan Amrullah
Hilal Lahan Amrullah

Sabtu, 23 Feb 2019 10:59 WIB

Santri Genggong Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Hoax

DAMAI: Santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong berharap dengan deklarasi ini tercipta kondisi pemilu damai di Kabupaten Probolinggo dan seluruh Indonesia.

PAJARAKAN - Ratusan santri menggelar acara deklarasi terciptanya pemilu 2019 yang aman dan damai tanpa SARA dan hoax. Acara ini digelar di Ponpes Zainul Hasan Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini digelar agar Pemilu 2019 nanti berjalan aman, nyaman, damai serta tanpa SARA dan berita hoax.

Seratusan santri Ponpes Zainul Hasan Genggong, mendeklarasikan pernyataan dukungan ini di halaman asrama Hafsawaty, Jumat (22/2) sore. Aksi itu dilakukan karena santri risih dengan maraknya hoax yang beredar di dunia maya hingga meresahkan masyarakat Indonesia.

Diawali dengan tausiah tentang berita hoaks dari KH. Moh Haris Damanhury Romly, salah satu pengasuh Ponpes Zainul Hasan. Ditegaskannya, hoax hukumnya dosa besar, setara dengan fitnah.

“Kami santri pesantren Zainul Hasan Genggong melakukan deklarasi ini, karena bagaimanapun hoax itu tidak dibenarkan dan itu adalah dosa besar. Sama dengan kita fitnah, karena fitnah adalah dosa besar. Karena itu, kami kalangan santri sangat ingin menepis hoax yang sudah menjamur di Indonesia,” kata Zainal Abidin, salah satu santri Ponpes Zainul Hasan Genggong.

Usai mendengarkan tausiah, para santri kemudian memekikkan yel-yel anti hoax. Dukungan Pemilu damai di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga disuarakan. Deklarasi itu diakhir dengan penandatanganan dukungan anti hoax.

KH. Moh Haris Damanhury Romly, menuturkan salah satu upaya menetralisir berita palsu adalah dengan tabayyun. Dengan mencari sumber asli dan filterisasi terhadap semua berita yang didapat. Hal utama lain memperbanyak tali silaturahim, selain tidak langsung berburuk sangka terhadap sebuah informasi yang diterima. Santri pun didorong untuk selalu berprasangka baik.

“Mereka adalah masa depan. Pemuda yang akan menjadi orang-orang yang punya mindset yang baik. Penanamannya dari sini, kalau mereka rusak dari sekarang, maka apa jadinya bangsa ini? Cukuplah kita yang sudah tua-tua ini yang ribut-ribut, yang muda-muda jangan. Makanya penekanannya ditanamkan kepada mereka sejak dini pentingnya berpikir positif adalah yang utama,” ujarnya.

Para santi juga menghimbau tokoh bangsa untuk bersama-sama berbuat sesuatu demi Bangsa Indonesia, bukan untuk golongan tertentu. Menurutnya kepentingan bangsa harus menjadi utama. “Karenanya, dibutuhkan para tokoh memberikan contoh agar suasana menjadi sejuk, memberikan statemen-statemen sangat baik. Dengan begitu, masyarakat kita akan semakin dingin, tidak ada hal yang membuat kita terpecah belah,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Haris ini.

Ponpes Zainul Hasan Genggong memastikan semua santri yang mempunyai hak pilih akan menggunakan suaranya. Para santri dipastikan tidak akan Golput dalam dalam Pemilu 17 April mendatang. (hla/hvn)


Share to