Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-07 06:54:06

Satgas akan Swab Masal Jika Jenazah yang Dijemput Paksa Positif Covid-19

TRACKING: Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto berencana melakukan swab massal pada penjemput jenazah probable covid-19 di RSU Wonolangan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo bakal melakukan tracking dan swab masal. Yakni, pada warga yang melakukan penjemputan paksa pada Liana, jenazah probable covid-19 di RSU Wonolangan.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk tracking terhadap penyebaran virus tersebut. Saat ini, pihak Satgas masih menunggu hasil swab dari pasien yang bersangkutan. Jika hasilnya negatif, maka pihaknya tidak perlu melakukan swab tersebut.

Baca Juga : Bupati Tantri Mengeluarkan SE Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri

Hal itu disampaikan Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas setempat, Ugas Irwanto. “Kalau positif tentu kita swab nantinya,” kata Ugas -sapaan akrabnya –.

Baca Juga : Bupati Tantri Keluarkan SE Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri, Ini Isinya

Sejauh ini, satgas menurut Ugas baru menyiapkan langkah untuk swab masal. Kepada saja swab dilakkan, pihaknya akan melakukan pendataan. Karena yang datang menjemput adalah keluarga besar pasien, maka kemungkinan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

 “Itu kan gerombol dan keluarga besar semua,” tuturnya. Ugas mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. Apalagi, wabah virus covid-19 tak juga mereda. Belum lagi kemungkinan menyebarnya virus covid-19 varian baru.

Seperti diberitakan tadatodays.com sebelumnya, puluhan warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo mendatangi RSU Wonolangan, Jumat (5/3/2021). Mereka datang untuk mengambil paksa jenazah Liana, 61, pasien yang hasil rontgennya mengarah pada gejala covid-19.

Video penjemputan paksa itu kemudian viral di media sosial. Jenazah Liana lantas dinaikkan truk untuk dibawa pulang dan dimakamkan tanpa protokol kesehatan. Alasan warga, saat itu belum ada hasil yang menyatakan bahwa Liana memang positif covid-19.

Atas kasus tersebut, Polres Probolinggo sudah memeriksa tiga orang saksi yang merupakan keluarga jenazah. Yakni EK 40, LI 39, KA 56. Ketiganya kooperatif mendatangi polsek setelah melakukan pemakaman. (zr/sp)