Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-10 14:17:29

Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Tetap Waspada Meski Kabupaten Probolinggo Turun ke Level 2

DIBUKA: Hasil evaluasi menempatkan Kabupaten Probolinggo berada di level 2. Karena itu, sejumlah sektor mulai dilonggarkan, di antaranya sektor pariwisata. Namun satgas covid-19 setempat tetap mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan jadi yang utama.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Perkembangan kasus covid-19 di Kabupaten Probolinggo berhasil ditekan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat ke PPKM level. Meski saat ini PPKM kembali diperpanjang, namun Kabupaten Probolinggo turun dari level 3 ke level 2.

Diketahui, sejak PPKM Level 2-4 yang beberapa kali diperpanjang hingga Senin (6/9/2021), Kabupaten Probolinggo masuk pada level 3. Namun pada perpanjangan PPKM yang dimulai Selasa (7/9/2021) hingga Senin (13/9/2021) mendatang, status Kabupaten Probolinggo turun ke level 2.

Baca Juga : Level 2, Destinasi Wisata di Kota Probolinggo Belum Dibuka

“Yang jelas aturan itu sudah dari pemerintah pusat, lalu kita sosialisasikan, dan kita terapkan,” terang Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satuan Tugas Penangangan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto.

Baca Juga : Tekan AKI-AKB, 76 Persen Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tongas Sudah Divaksin

Meski sudah turun level, namun Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Pasalnya, bila kelonggaran pada PPKM level 2 itu direspons berlebihan, dikhawatirkan angka penderita covid-19 kembali naik. Imbasnya, level Kabupaten Probolinggo bisa naik kembali.

EVALUASI: Plt Bupati Probolinggo bersama Forkopimda dan jajaran terkait saat mengikuti rakor evaluasi situasi penanganan covid-19 Jawa Bali di pendapa bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kita tetap pantau melalui satgas covid-19 kecamatan masing-masing. Terutama beberapa sektor yang sudah mulai dilonggarkan. Seperti sektor wisata yang bisa buka. Hari ini Forkopimda akan mengikuti rapat virtual dengan Menko Marves Bapak Luhut Panjaitan. Nanti ada keputusan-keputusan yang bisa dibuat pegangan,” jelasnya.

Ugas -sapaan akrabnya- menyatakan bahwa pemantauan oleh Satgas Covid-19 setempat tetap diperketat. Bahkan Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo akan tetap turun untuk mengedukasi hingga menindak warga yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Saat satgas covid-19 kecamatan telah mengedukasi dan memberikan pemahaman, ternyata ada pelanggaran protokol kesehatan, namun warga yang bersangkutan menolak, baru kita yang turun,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Probolinggo ini.

Mantan Camat Sumberasih ini mengatakan, pandemi covid-19 memang menuntut masyarakat secara luas untuk beradaptasi. Memang, tidak sedikit masyarakat yang abai dan menganggap covid-19 tidak ada. Tugas pihaknya melakukan edukasi hingga penindakan jika dalam kategori membahayakan.

PERSUASIF: Satgas Covid-19 melakukan edukasi pada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kondisi apapun. Harapannya, sebaran covid-19 di Kabupaten Probolinggo bisa ditekan.

Ugas mengatakan, ada sejumlah langkah yang dilakukan satgas covid-19 untuk menekan laju penambahan warga yang terpapar. Pertama, menjalankan protokol kesehatan 5 M. Kedua, tracing, testing dan treatment (3T). Ketiga, vaksinasi untuk semua orang. Keempat pelayanan kesehatan.

“Setelah di level 2 saat ini, jangan sampai naik lagi ke level 3. Mudah-mudahan kita segera ke level 1,” harapnya. Pihaknya mengaku tetap melakukan pemantauan ketat. Hal itu guna mengantisipasi covid-19 varian baru, seperti delta dan MU. “MU ini walaupun belum masuk, tapi kita antisipasi,” ucapnya.

Ugas yang juga pernah menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Probolinggo ini mengaku terus melakukan evalusi di PPKM level 2. Pihaknya berharap kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo mematuhi aturan yang dibuat oleh Satgas Covid-19 setempat dan pemerintah kabupaten setempat.

“Ini bukan untuk satgas, tetapi untuk masyarakat itu sendiri. Karena kita betul-betul merasakan bagaimana di saat PPKM Darurat level 4 diterapkan, semua perekonomian mandek. Masyarakat yang katakanlah penghasilannya pas-pasan, akhinya tambah seret. Dengan kelonggaran ini, kita nikmati dan syukuri, tetapi tetap waspada,” pintanya. (*/hla/sp)