Satgas Pangan Banyuwangi Sidak Pasar, Harga Sembako Relatif Stabil Jelang Ramadan

Mohamad Abdul Aziz
Mohamad Abdul Aziz

Thursday, 12 Feb 2026 23:33 WIB

Satgas Pangan Banyuwangi Sidak Pasar, Harga Sembako Relatif Stabil Jelang Ramadan

CEK HARGA: Satgas saat melakukan pengecekan di Pasar Blambangan, Kamis (12/2/2026).

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Menjelang Ramadan 1447 Hijriyah, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional, Kamis (12/2/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Sidak ini melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, dan Bulog. Satgas menyasar Pasar Blambangan dan Pasar Banyuwangi. Dalam sidak itu, petugas berkeliling mengecek harga dan stok bahan pokok secara langsung ke lapak-lapak pedagang.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan, secara umum harga kebutuhan pokok relatif stabil. Meski demikian, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, terutama cabai rawit.

“Memang ada kenaikan pada cabai rawit yang saat ini menyentuh Rp75 ribu per kilogram. Namun stoknya masih aman. Bahan pokok lainnya juga dalam kondisi cukup dan tidak ada kelangkaan,” ujar Danang.

Selain memantau harga, Dispertan melalui tim Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) juga melakukan rapid test terhadap sampel daging sapi yang dijual pedagang. Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi peredaran daging oplosan maupun daging yang mengandung bahan kimia berbahaya.

“Hasil rapid test menunjukkan daging yang beredar aman, halal, dan layak konsumsi. Sebelumnya kami juga melakukan pengecekan ketat di Rumah Potong Hewan (RPH) sebelum daging diedarkan ke pasar,” jelasnya.

Sementara itu, Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi Iptu Didik Hariyono menegaskan hingga saat ini belum ditemukan adanya praktik permainan harga maupun penimbunan bahan pokok. Menurutnya, harga minyak goreng dan beras masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Harga daging sapi juga stabil di kisaran Rp 130 ribu per kilogram.

“Kalau nanti ditemukan ada oknum yang memainkan harga atau melakukan penimbunan, tentu akan kami tindak tegas. Karena itu sudah masuk ranah pidana. Pengawasan kami lakukan menyeluruh,” tegas Didik.

Di sisi lain, Kepala Bulog Kantor Cabang Banyuwangi Dwiana Puspitasari memastikan stok beras dan minyak goreng dalam kondisi sangat mencukupi. “Stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 94.000 ton. Jumlah itu sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi. Bahkan kami bisa menyuplai ke daerah yang mengalami defisit beras seperti Papua, NTT, dan Bali,” ujarnya.

Untuk minyak goreng rakyat, kuota juga mengalami penambahan. Harga jual dipastikan sesuai HET, yakni Rp 15.700 per liter. Bulog memasang banner dan stiker di kios-kios mitra sebagai pengingat agar tidak menjual di atas harga yang ditentukan. “Jika ada mitra yang melanggar, kami akan berikan surat peringatan. Sanksinya bisa sampai penghentian pasokan,” tegas Dwiana.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan harga, Bulog bersama Pemkab Banyuwangi dan Bank Indonesia juga rutin menggelar operasi pasar di berbagai kecamatan dan pusat keramaian. Operasi pasar dijadwalkan berlangsung setiap hari hingga 16 Maret mendatang.

Pemerintah berharap, melalui pengawasan intensif dan operasi pasar tersebut, ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, harga stabil, serta inflasi daerah tetap terkendali menjelang Ramadan dan Idulfitri. (azi/why)


Share to