Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-05-23 15:58:15

Satpol PP Amankan 58 Orang dalam Operasi Pekat, Hanya PSK yang Di-Swab

DIBINA: Puluhan warga yang terjaring operasi pekat harus menjalani pembinaan berupa pembinaan fisik hingga pemeriksaan kesehatan sebelum dilepas.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Satpol PP Kota Probolinggo melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat), Sabtu (23/5/2021). Dalam operasi tersebut, aparat penegak perda itu mengamankan 58 orang.

Rinciannya, 54 terjaring karena kedapatan menenggak miras, 3 PSK, serta seorang lelaki hidung belang. Mereka diamankan dari sejumlah lokasi. Yakni, Jl. KH. Rizal, Kelurahan Sumbertaman; sekitar Klenteng; Pasar Gotong Royong; GOR A. Yani; dan Pasar Mangunharjo.

Baca Juga : Lapak Liar di Pasar Semampir Kerap Bikin Macet Lalin

Puluhan orang itu kemudian dibawa ke Mako Satpol PP di Jl. Panglima Sudirman untuk dibina. Mulai dari kebugaran fisik hingga memanggil orang tuanya. Saat diperiksa, 2 di antara mereka yang kedapatan menenggak miras, ternyata memiliki pil koplo. Pil tersebut disimpan di bungkus rokok.

Baca Juga : Penyerahan Banpol di Kota Probolinggo Diwarnai Absennya 6 Ketua Parpol

Usai menggeledah puluhan orang, Satpol PP yang dibantu Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, lantas melakukan tes swab. Hanya saja, karena keterbatasan alat, yang menjalani swab test terbatas untuk PSK dan seorang pelanggannya saja.

Di antaranya, SN, 33, Desa Karangbago, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo; TL, 43, Desa Wates Kulon, Ranuyoso, Lumajang; dan SY, 53, Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo. Sementara, pelanggannya adalah AB, 39, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Kasatpol PP Aman Suryaman mengatakan, operasi pekat ini digelar atas laporan dari masyarakat yang mengeluh karena sawahnya di sekitar Pasar Mangunharjo rusak akibat digunakan PSK untuk prostitusi.

Karena itu, Aman -sapaan akrabnya- lantas berkoordinasi dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) dr. Nurul Hasanah Hidayati untuk melakukan penanggulangan pada PSK.

“Kami tes kesehatannya, baik dari Covid-19, rapid test antigen, dan pemeriksaan HIV/AIDS. Hasil dari swab negatif dan hasil HIV AIDS sendiri masih dicek di laboratorium. Kita juga menunggu hasilnya,” terangnya saat ditemui di kantornya.

Sementara itu, dari puluhan orang yang diamankan, sepasang merupakan pasangan yang mengaku sudah bertunangan. Pada petugas, si perempuan mengku datang ke GOR A.Yani karena dihubungi tunangannya. “Tapi saya belum minum” elaknya. (ang/sp)