Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-31 15:51:04

Sebelas Sapi Mati karena PMK, KUD Argopuro Lockdown

LOCKDOWN: Sapi-sapi perah di KUD Argopuro, Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Karena sudah ada 11 sapi yang mati karena PMK, KUD Argopuro terpaksa lockdown.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - KUD Argopuro di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo terpaksa memberlakukan lockdown. Pemberlakuan lockdown ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi mitra KUD setempat.

Dari jumlah 7.375 ekor sapi mitra KUD Argopuro, sudah ada sebanyak 228 ekor sapi yang terpapar. Sebelas ekor sapi di antaranya mati. Hal itu menyebabkan produk susu yang masuk ke KUD Argopuro menurun drastis.

Baca Juga : MUI Banyuwangi Melarang Ternak PMK Jadi Hewan Kurban

Pengurus Bidang Usaha KUD Argopuro Suloso mengatakan, kalau lockdown ini sudah mendapatkan persetujuan dari instansi yang menangani peternakan. Lockdown itu dilakukan dengan cara tidak melayani Inseminasi Buatan (IB) selama 21 hari.

Baca Juga : 39 Sapi di Banyuwangi Terjangkit Virus PMK

Hal itu dikarenakan pusat penularan itu bisa terjadi dari petugas saat melayani di kandang yang satu dengan kandang yang lain. Suloso menjelaskan, selama lockdown ini petugas akan membantu pencegahan dengan penyemprotan dan pemberian mineral multivitamin. “Artinya kita melockdown, tidak melakukan aktifitas disitu," terangnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan sejatinya KUD Argopuro di tengah dampak PMK telah melaksanakan langkah-langkah preventif.

Langkah yang dimaksud ialah melaksanakan progam disinfektanisasi kandang, pengawasan kesehatan ketat terhadap sapi mitra binaan dan anggota. Kemudian isolasi terhadap ternak-ternak sapi, penghentian Inseminasi Buatan dan bahkan dilakukan lockdown terhadap aktifitas lalu lintas sapi. “Ini sudah terkontrol dengan baik," ucapnya.

Ia berharap langkah dari KUD dapat meredam penyebaran PMK, sehingga perekonomian pada bidang sapi perah normal kembali. (zr/why)