Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-07 21:57:57

Sebut Penyerangan SMK Ahmad Yani merupakan Aksi Balasan

PECAH: Yani, menunjukkan kaca ruang guru SMK Ahmad Yani yang pecah akibat lemparan batu sejumlah pelajar.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kasus pelemparan batu yang berakibat pecahnya kaca di ruang guru kampus 2 SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo, Senin (7/6/2021), dipastikan dilakukan oleh pelajar kelas 12 SMKN 4 Kota Probolinggo. Pemicunya, hanya persoalan konvoi.

Sebelum menyerang SMK Ahmad Yani, sejumlah pelajar SMK Ahmad Yani kedapatan sedang konvoi di depan SMKN 4. Alhasil, pelajar antarsekolah itupun bersitegang.

Baca Juga : Viral Video Pria Rusak Motor, Ternyata Motifnya Asmara

Bidang Kesiswaan SMKN 4, Syawal membenarkan bahwa pelemparan di SMK Ahmad Yani dilakukan oleh pelajar SMKN 4. Sebelum melakukan anarkisme itu, puluhan pelajar menggelar konvoi menggunakan sepeda motor. Saat itu, pelajar yang dinyatakan lulus sudah tak ada kegiatan di sekolah.

Baca Juga : Perseteruan Pelajar SMK Ahmad Yani dan SMKN 4 Berakhir Damai

Menurut Syawal, setelah mendengar kabar bahwa anak didiknya berulah ia langsung mendatangi SMK Ahmad Yani di Jalan Mastrip. Ia berkoordinasi untuk mengantisipasi dan berkomitmen membuat nota kesepakatan antar SMK di Kota Probolinggo agar tindakan yang merugikan pelajar dan instansi tidak terulang lagi. "Juga pembinaan agar kejadian pecah kaca agar tidak terulang lagi. Bahkan seterusnya bagi konvoi-konvoi pelajar," katanya saat dihubungi via sambungan telepon.

Selain itu, Syawal menjelaskan pihaknya tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal mula perselisihan antar pelajar terjadi.

Dikatakannya, peristiwa itu diawali oleh pelajar SMK Ahmad Yani yang melewati SMKN 4 dan melempar batu. Beruntung tak ada korban jiwa.

Lebih lanjut, Syawal menuturkan karena tersulut emosi itu, pelajar SMKN 4 membalasnya dengan melempar batu ke kampus SMK Ahmad Yani. "Jadi ada kejadian serupa," ujar Syawal.

Pasca kejadian, ia menyebut ada seorang pelajar SMKN Ahmad Yani yang diketahui identitasnya saat beraksi di SMKN 4. Sedangkan, pelajar SMKN 4 yang terlibat dalam aksi pembalasan masih ditelusuri. "Akan diidentifikasi siapa yang melakukan tersebut," ujarnya.

Syawal menyampaikan, pada Selasa, (8/6) besok, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan seluruh SMK di Kota Probolinggo dengan menggandeng TNI-Polri untuk berpatroli ke tempat keramaian yang banyak didatangi pelajar.

Di sisi lain, setiap pelajar di SMKN 4 juga akan diberikan pembinaan dan menandatangani petisi agar tidak melakukan perbuatan serupa.

Sementara itu, Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini mengatakan, pihaknya telah menugaskan anggotanya untuk memediasi kedua belah pihak. Hasilnya, mereka akan meneken MOU atau nota kesepakatan agar tidak ada konvoi. (ang/don)