Sekolah Rakyat Pasuruan Siap Beroperasi, Orang Tua Siswa Diajak Lepas dari Ketergantungan Bansos

Amal Taufik
Sabtu, 18 Jul 2026 13:30 WIB

SR: Mensos Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Kota Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Program Sekolah Rakyat (SR) tidak hanya menyasar pendidikan anak dari keluarga miskin. Pemerintah juga mulai mendorong para orang tua siswa agar mampu mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
Pesan itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan, Sabtu (18/7/2026). Di hadapan ratusan orang tua siswa, Gus Ipul mengajak mereka mengucapkan ikrar untuk mengikuti program pemberdayaan yang disiapkan pemerintah.
"Saya, orang tua siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos," ucap Gus Ipul yang diikuti serentak para orang tua siswa.
Menurutnya, tujuan Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kesejahteraan keluarga.
Selain memastikan anak memperoleh pendidikan, pemerintah juga akan menjalankan berbagai program pemberdayaan bagi orang tua agar mampu meningkatkan taraf hidupnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga meninjau kesiapan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan. Ia mengatakan progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai sekitar 95 persen dan ditargetkan mulai digunakan pada akhir Juli mendatang.
Secara nasional, hingga saat ini sudah ada 19 Sekolah Rakyat yang melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung permanen. Jumlah tersebut akan bertambah sekitar 60 titik pada 31 Juli, termasuk Kota Pasuruan.
"Per hari ini sudah ada 19 MPLS yang bertempat di gedung permanen Sekolah Rakyat. Nanti akan ada tambahan 60 titik lagi di tanggal 31 Juli, termasuk di Kota Pasuruan ini," katanya.

Meski bangunan hampir rampung, Gus Ipul mengakui masih diperlukan dukungan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan tenaga operasional, mulai dari petugas keamanan, kebersihan, juru masak hingga tenaga pendukung kegiatan belajar.
Di sela kegiatan, Gus Ipul juga berdialog dengan sejumlah calon siswa. Salah satunya Mai Nur Shafa (12) yang tak kuasa menahan air mata saat membacakan puisi. Kepada Mensos, Shafa mengaku telah lama tinggal bersama neneknya karena kedua orang tuanya merantau.
"Saya akan belajar sungguh-sungguh biar bertemu kedua orang tua. Saya ingin membahagiakan mereka," ujar Shafa.
Gus Ipul mengatakan kisah seperti itu menjadi alasan pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat. Menurutnya, negara harus memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarganya.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai program prioritas nasional.
"Alhamdulillah sekarang sudah terbangun sekolah mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Perubahan anak-anak sudah mulai terlihat dan Sekolah Rakyat memberi kesempatan bagi mereka yang sebelumnya sulit merasakan pendidikan yang layak," ujarnya.
Secara nasional, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat kini mencapai sekitar 45 ribu siswa. Pemerintah menargetkan kapasitas tersebut meningkat menjadi lebih dari 100 ribu siswa pada tahun depan seiring bertambahnya sekolah yang beroperasi. (pik/why)

Share to
 (lp).jpg)