Untung Apriliyanto


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-27 21:57:13

Sektor Pertanian Penyumbang PDB Banyuwangi Terbanyak

SURPLUS: Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan menjelaskan kondisi pertanian di Kabupaten Banyuwangi yang surplus.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Di tengah lesunya ekonomi di masa pandemi, sektor pertanian di Banyuwangi justru mencatat pertumbuhan positif. Bahkan kontribusi sektor pertanian terhadap PDB pada kuartal II/2020 merupakan satu-satunya sektor dari lima sektor penyangga utama PDB yang tumbuh positif sepanjang periode ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan menjelaskan sektor pertanian masih menjadi sektor unggulan. Berdasarkan distribusi PDRB atas harga konstan 2010 menurut lapangan usaha (persen) 2010-2018, pertanian berkontribusi sebesar 29,62 persen. Tertinggi dari 17 lapangan usaha lainnya.

Baca Juga : Pupuk di Banyuwangi Langka, Petani Dihantui Gagal Panen

"Pertanian sebagai penopang ketahanan pangan merupakan sektor strategis yang harus menjadi program unggulan. Sektor pertanian di Banyuwangi selama sepuluh tahun terakhir ini selalu menjadi program unggulan dalam RPJMD," kata Arief, saat dihubungi awak media Minggu (27/9/2020).

Baca Juga : Hujan Sepanjang Malam, Sebagian Glenmore Tergenang Banjir

Sektor pertanian mempunyai capaian yang cukup menggembirakan. Tidak hanya dari sisi produksi dan penyediaan konsumsi masyarakat, menurut Arief, Banyuwangi berhasil menggabungkan sektor pertanian dengan pariwisata.

Arief mencontohkan, Agro Expo yang dilaksanakan setiap tahun telah melahirkan agrowisata. Perkawinan dari dua sektor, agro dan wisata menurutnya, memberikan dampak edukasi, promosi, ekonomi dan ekologi. Bahkan konsepnya bisa diadopsi oleh masyarakat.

"Dan yang paling utama, aktivitas ini bisa menarik minat kaum milenial terjun di dunia agrobisnis. Sehingga bisa menjaga kesinambungan tenaga kerja sektor pertanian dalam menghadapi tantangan yang semakin berat jika tidak digarap dengan cara-cara yang lebih adaptif dengan situasi kekinian," ujarnya. 

Menurut dia, sektor pertanian pada era digital ini harus dikolaborasikan dengan teknologi informasi. Sinergi antara petani dengan kaum muda yang melek IT, diharapkan bisa mengubah imej sektor pertanian. Sebab, selama ini pertanian dinilai kurang bergengsi.

 “Banyuwangi telah mendorong tumbuhnya startup lewat Agribussiness Startup Competition (ASC) yang diharapkan bisa menjawab tantangan pertanian di era revolusi industri 4.0 sekarang ini,” kata Arief.

Arief lalu membebeberkan sejumlah produksi sektor pertanian pada tahun 2020. Produksi padi hingga September 2020 ini ada 535.056 ton, dengan luasan panen 50.915 hektare. "Artinya, produksi beras di Banyuwangi tetap terjaga dan surplus di masa pandemi Covid-19," jelas Arief.

Sementara untuk perkebunan, seperti kelapa berhasil panen 24.263 ton dengan luasan panen 2.104 hektar. Sedangkan di peternakan hingga periode Juni, produksi sapi/ daging mencapai 1.114.817 kg. Ayam/ daging sebesar 1.099.917 kg; Telur 6.230.888 kg dan susu 802.066 kg.

Untuk populasi sapi mencapai 125.688 ekor; kambing 135.210 ekor; domba 80.882 ekor; unggas pedaging 3.914.835 ekor dan unggas petelur mencapai 828.472 ekor.

 “Karenanya, kami terus berupaya agar dalam sektor pertanian upaya peningkatan produksi dengan kesejahteraan petani bisa berjalan seiring,” pungkas Arief. (ua/hvn)