Seminar Nasional Disdikbud Kota Probolingggo: Penting Kolaborasi dan Inovasi dalam Dunia Pendidikan

Alvi Warda
Alvi Warda

Sabtu, 29 Nov 2025 23:12 WIB

Seminar Nasional Disdikbud Kota Probolingggo: Penting Kolaborasi dan Inovasi dalam Dunia Pendidikan

CENDERAMATA: Pemberian cendera mata dari IKA UM kepada Wali Kota Probolinggo.

APBD Responsif dan Memihak Kepentingan Rakyat

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Seminar Nasional yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Sabtu (29/11/2025) pagi menghadirkan tiga pemateri. Mereka menyoroti berbagai persoalan dan peluang dalam dunia pendidikan Indonesia. Khususnya, pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam dunia pendidikan.

Para pemateri tersebut adalah Prof. Dr. Muslihati, Dr. Adip Wahyudi, dan Dr. Daris Wibisono Setiawan. Mereka diundang menjadi pemateri dalam seminar nasional yang digelar di Puri Manggala Bakti, kantor Pemerintah Kota Probolinggo.

Ketiganya menekankan urgensi kolaborasi, inovasi, serta adaptasi guru dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Muslihati menegaskan pentingnya mengembalikan pengajaran sebagai profesi kolaboratif untuk membangun generasi masa depan Indonesia.  Ia menyoroti meningkatnya persoalan remaja modern, mulai dari kesehatan mental, hilangnya rasa malu, kesepian, hingga dampak negatif dunia digital seperti flexing, fomo, hate speech, dan cyberbullying.

"Guru memiliki peran sentral sebagai pembentuk peradaban di tengah generasi Gen Z dan Gen Alpha yang tumbuh sebagai digital natives. Dengan besarnya populasi usia produktif. Pendidikan kolaboratif antara guru, orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, menjadi kebutuhan mendesak. Guru harus menerapkan growth mindset agar mampu terus berkembang dan adaptif,"ujarnya.

Sementara itu, Dr. Adip Wahyudi, Dosen Departemen Geografi Universitas Negeri Malang, memaparkan hasil penelitiannya terkait tren riset inovasi pengajaran di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pendidikan Indonesia sedang mengalami transformasi besar akibat digitalisasi dan dampak pandemi Covid 19. "Melalui analisis bibliometrik terhadap 41 artikel di database Scopus ini, saya menemukan bahwa publikasi mengenai inovasi pengajaran meningkat pesat setelah 2020," katanya.

Inovasi-inovasi tersebut meliputi penggunaan Artificial Intelligence, Augmented Reality, Virtual Reality, serta strategi pembelajaran seperti Project-Based Learning, flipped classroom, dan gamifikasi di berbagai jenjang pendidikan. "Integrasi teknologi tidak boleh mengabaikan nilai humanis dan kearifan lokal yang tetap menjadi ciri penting pendidikan nasional," ucapnya.

Pemateri ketiga, Dr. Daris Wibisono Setiawan, Kepala SMKN 1 Klabang Bondowoso menyoroti pentingnya membentuk kembali pengajaran sebagai profesi kolaboratif, di tengah perubahan cepat dan tantangan karakter di lingkungan pendidikan. Ia memaknai pertemuan ini sebagai ajakan untuk tumbuh bersama dan saling memperbaiki demi membentuk komunitas pendidikan yang beretika.

"Pentingnya adaptasi guru, sejalan dengan pandangan Charles Darwin dan Rhenald Kasali tentang keberanian menghadapi perubahan. Ayo guru berkolaborasi melalui penyusunan kurikulum bersama, team teaching, lesson study, pemanfaatan teknologi seperti LMS dan AI, serta kolaborasi lebih luas dengan orang tua, perguruan tinggi, IDUKA, hingga TNI/Polri," katanya.

ANTUSIAS: 500 guru IKA UM Probolinggo mengikuti seminar nasional.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun pendidikan yang relevan dan berkelanjutan.

Seminar nasional ini diikuti oleh 500 perserta, yang merupakan Ikatan Alumni UM se-Probolinggo raya berprofesi menjadi guru. Mereka terlihat menyimak materi yang telah diberikan.

Seperti yang dilakukan Bu Aryzana Maharanny dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal I Kota Probolinggo. Menurutnya ketiga narasumber menyampaikan materi dengan jelas. "Materi yg menarik dari Dr Daris Wibisono, karena saya sebagai kepala lembaga. Beliau menginspirasi bagaimana menjadi kepala yang berinisiasi, berkolaborasi dan inovasi," ujarnya.

Aryzana juga mengatakan seminar nasional tersebut, bagus untuk membuka wawasan bagaimana menjadi guru dan kepala sekolah yang selalu berinovasi dan berkolaborasi. "Harapan untuk guru Kota Probolinggo yuk bersama bergerak untuk selalu berinovasi dalam pembelajaran dan berkolaborasi elemen dari sekolah, orang tua, pemerintah dan juga stakeholder. Untuk Dinas Pendidikan terimakasih sudah memberi wadah di rumah inovasi dan semoga kegiatan seminar seperti ini bisa dilaksanakan rutin dan berkesinambungan," tuturnya. (*/alv/why)


Share to