Sempat Dicibir, Kini Raup Pendapatan Rp 20-30 Juta Per-Bulan

Syarif Hidayatullah
Monday, 10 Jun 2019 10:57 WIB

NYAMAN: Desa Wisata Tirta Agung, Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso ramai dikunjungi pengunjung saat libur Hari Raya Idul Fitri Minggu (9/6). Konsep gazebo dikelilingi kolam ikan mas, menjadi favorit pengunjung.
.png)
BONDOWOSO - Wisata Tirta Agung yang ada di Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, dipadati pengunjung saat libur Hari Raya Idul Fitri, Minggu (9/6). Siapa sangka, wisata buatan yang dulunya dicibir ini kini jadi primadona.
Wisata buatan yang dibangun awal tahun 2018 itu, kini menjadi wisata favorit keluarga warga Kabupaten Bondowoso maupun luar daerah. Meski, masih dalam tahap pengembangan, pengunjung terlihat menikmati fasilitas wisata yang dikonsep dan digagas pemuda di desa setempat itu.
Dari pantauan tadatodays.com, pengunjung yang datang terdiri dari para muda-mudi hingga keluarga. Di dalam wisata yang dikelola kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) itu, kolam berisi ikan mas dengan gazebo di sekelilingnya, menjadi daya tarik tersendiri.
.png)
HIBURAN KELUARGA: Pengunjung anak-anak saat memberikan makan ikan di kolam ikan mas.
Suasana alam pedesaan yang khas, membuat pengunjung semakin betah. Pengelola juga menyediakan makanan ikan dengan harga murah. Mulai Rp 1.000 per kantong plastik kecil. Pengunjung anak-anak bisa makin betah di kolam ikan yang berukuran sekitar 30 x 30 meter tersebut.
Tempat wisata kekinian, tidak sah rasanya jika tak menyediakian spot untuk pengunjung berswafoto. Selain wahana utama berupa kolam renang untuk dewasa. “Tahun ini kita akan bangun kolam renang anak, dan tempat parkir yang lebih luas,” ujar Fadil, Ketua Pokdarwis Desa setempat.
Pria yang juga Sekretaris Desa Sukosari Kidul ini menceritakan, tidak mudah untuk meyakinkan masyarakat dalam membangunan wisata Tirta Ageng. “Awalnya sempat dicibir. Begitu sudah kelihatan pembangunanya dan mulai ramai, akhirnya masyarakat mendukung penuh,” terangnya.
Konsep dan gagasan desa wisata itu diinisiasi pemuda desa. Wisata buatan satu-satunya di Kecamatan Sumberwringin itu, menelan anggaran Rp 200 juta dalam pembangunannya yang dialokasikan dari Anggaran Dana Desa (ADD) setempat.

Saat ini, lokasi wisata yang dibangun di atas lahan seluas 4 hektare tersebut, masih terus dikembangkan. “Pengemmbangan akan terus dilakukan biar pengunjung makin betah di sini,” katanya.
Meski baru setahun berdiri, pendapatan lokasi wisata tersebut sudah mencapai Rp 20-30 juta setiap bulannnya. Pendapatan itu, didapatkan dari karcis masuk yang dipatok Rp 2 ribu, karcis kendaraan, hingga kafe.
Wisata Tirta Agung terbukti sudah mampu memeberdayakan dan mensejahterakan warga desa setempat. “Sesuai tujuan awal dibangun, desa wisata Tirta Ageng memang punya tujuan mengurangi pengangguran di desa setempat,” katanya.
.png)
MENGGANGGU PEMANDANGAN: Sejumlah pengunjung tampak menceburkan diri ke kolam ikan. Hal ini membuat ikan stres dan air keruh.
Saat ini, karyawannya berjumlah 16 orang. Rata-rata mereka digaji Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Seluruh karywan berasal dari desa setempat. Tentu yang diutamakan adalah SDM yang lulusan SD atau SMP agar mereka diberdayakan.
Bahkan, di antara mereka dulunya adalah pelaku kriminal. “Dulu pelaku kriminal. Sekarang mereka berhenti dari aktivitas itu dan bekerja di sini,” Ucapnya.
Salah seorang pengunjung bernama Hadi mengatakan, ia tertarik mengunjungi desa tersebut karena menawarkan sesuatu yang unik. “Tertarik ingin refreshing dan menikmati menu kopi arabica,” ujar wisatawan asal Kabupaten Jember itu. Menurutnya, Tirta Ageng cocok untuk keluarga. “Hawa sejuk dan panorama sawah, menjadi salah satu keunggulan disini,” imbuhnya.
Namun, Hadi juga menyempaikan saran. Salah satunya agar pengelola menjaga ikan agar tetap hidup. “Sebab, saya lihat ada pengunjung yang menceburkan diri ke kolam, sehingga membuat ikan stres dan air keruh,” katanya. (mm/sp)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)