Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-01-08 19:18:54

Semua Sekolah di Kabupaten Probolinggo Boleh Gelar PTM

PENDIDIKAN: Pembelajaran tatap muka (PTM) telah digelar di Kabupaten Probolinggo. Setiap lembaga hanya boleh menghadirkan muridnya maksimal 50 persen dari jumlah keseluruhan di setiap kelas. Tentunya, PTM itu tetap memperhatikan protokol kesehatan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kabupaten Probolinggo sudah resmi masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali level 1. Dengan begitu, Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat membolehkan semua sekolah se Kabupaten Probolinggo melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) maksimal 50 persen dari jumlah siswa setiap kelasnya.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi. Saat dikonfirmasi ia menyampaikan kalau pihaknya tetap mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri terkait PTM. Dimana, semua sekolah boleh melaksanakan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam PTM itu, jumlah murid dalam satu kelas hanya boleh maksimal 50 persen dari jumlah murid. Sedangkan 50 persen lainnya tetap mengikuti pembelajaran secara daring. “Itu akan dilakukan bergantian,” katanya pada tadatodays.com, Sabtu (8/1/2022).

Untuk jam pembelajaran bagi lembaga tingkat SMP hanya boleh dilakukan selama 4 jam saja. Lalu, untuk tingkat SD selama 3 atau 2 jam, dan untuk Paud hanya boleh dilakukan maksimal 2 jam.

Meski tidak sampai setengah hari, sekolah dilarang keras untuk melakukan sistem pergantian siswa dengan jadwal pagi dan sore. "Itu tidak boleh, harus besoknya lagi," ujarnya.

Selain itu, syarat vaksin bagi siswa yang berusia minimal 6 tahun sudah harus diberlakukan. Jadi siswa yang masih belum melakukan vaksinasi, maka tidak diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan PTM. "Terkecuali tidak bisa divaksin karena alasan medis. Kami maklumi itu," tuturnya.

Menurutnya, syarat vaksinasi perlu diterapkan dalam PTM. Sebab, pada dasarnya vaksin itu merupakan kebutuhan anak untuk mendapatkan kekebalan tubuh. Sehingga anak dapat terhindar dari covid-19 atau tidak ragu lagi berinteraksi dengan siswa lainnya saat di sekolah. "Ini agar PTM terus dilakukan dan bisa 100 persen," ucapnya.

Ia berharap kepada masyarakat, khususnya para orang tua untuk mendorong anaknya agar mau divaksin. (zr/don)